/Pemira BEM Universitas Diterpa Isu Negatif, Pihak Rektorat Buka Suara
(Sumber Gambar: Unair News)

Pemira BEM Universitas Diterpa Isu Negatif, Pihak Rektorat Buka Suara

Senin (24/01/2022) account instagram @parmaunair mengunggah postingan instagram dengan keterangan kesaksian salah satu anggota Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) Unair  yang di-lobby oleh pihak rektorat. 

Untuk mengonfirmasi kebenaran isu tersebut, LPM Mercusuar menghubungi M. Hadi Subhan selaku Direktur Kemahasiswaan Unair. Saat dihubungi melalui Whatsapp Messenger, Hadi Subhan menjelaskan bahwa tidak ada intervensi dari pihak rektorat. Pasalnya MPM Unair merupakan forum gabungan dari ketua BEM fakultas, DLM dan perwakilan dari UKM serta tidak ada dari pihak Kemahasiswaan. 

“Pemilihan di MPM ini melibatkan forum dengan sejumlah suara, tentu saja berbeda dengan Pemira di fakultas dengan melibatkan ribuan suara, dengan demikian intervensi maupun kecurangan sangat tidak memungkinkan dilakukan,” ujarnya pada Kamis (27/1).

Hadi juga menyebut bahwa anggota MPM merupakan aktivis senior yang tentu memiliki kemandirian untuk berfikir. 

Perihal isu ini Hadi menjamin bahwa hal tersebut tidak akan mempengaruhi jalannya sidang MPM.

“Jika dilihat dari substansi isunya, tentu tidak akan mempengaruhi hasil pemilihan sidang MPM karena orang-orang di dalam MPM merupakan orang yang hebat-hebat,” terangnya. 

“Dengan adanya isu yang digulirkan, mereka juga paham mana strategi dari pihak lawan dan mana sesuatu yang substantif, saya pikir tidak mempengaruhi,” imbuh Hadi. 

Selain itu, selaku Dirmawa, Hadi mengatakan jika tidak tidak perlu khawatir tentang jalannya sidang karena menurutnya MPM ini diisi oleh aktivis militan yang dapat berpikir kritis dan mandiri.

Ia juga menuturkan isu seperti ini bukan pertama kali terjadi di universitas maupun lingkup fakultas.  

Hadi menegaskan tugas rektorat memfasilitasi sarana dan prasarana, administrasi, maupun pendanaan, sebagai pelayan mahasiswa. 

“Sidang MPM ini merupakan sarana dan bukan tujuan, sarana untuk mengembangkan softskill dan kepemimpinan. Karena sebagai sarana, maka proses ini harus dijaga dengan baik,” tegasnya. 

Sebelum mengakhiri wawancara dengan LPM Mercusuar, Hadi berpesan untuk menjalankan Pemira ini dengan demokratis. 

“Kalah dan menang merupakan hal yang biasa, apalagi kepemimpinan ormawa ini sangat singkat, secara normatif satu tahun tetapi prakteknya kurang dari satu tahun. Artinya, berkontestasi-lah secara demokratis,” pungkasnya.

Penulis : M. Syaifulloh

Editor: Tata Ferliana