Kesiapan Unair Sambut Integrasi Sistem Magang dalam Mata Kuliah Komunikasi dan Pengembangan Diri

Pusat Pendidikan Kebangsaan, Karakter dan Inter-Professional Education I (PPK2IPE) bersama Direktorat Kemahasiswaan, Pembina UKM, FORKOM, serta perwakilan tiap Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) mengadakan Rapat Koordinasi Pengelolaan Mata Kuliah Komunikasi dan Pengembangan Diri (MK KPD)melalui Zoom meeting. Rapat ini merupakan kelanjutan dari wacana sistem integrasi magang ke dalam mata kuliah wajib pada semester ganjil 2021/2022.

Melalui Surat Keputusan Rektor Universitas Airlangga Nomor 389/UN3/2021 Tentang Pelaksanaan Pembelajaran Dasar Bersama Pada Jenjang Diploma dan Sarjana Tahun Pertama di Universitas Airlangga menetapkan bahwa Mata Kuliah Komunikasi dan Pengembangan Diri akan menjadi Mata Kuliah Wajib Institusi di semester 2 dengan durasi 2 SKS selama 14 pertemuan.

Mata Kuliah Komunikasi dan Pengembangan Diri ini yang akan mengadopsi sistem magang di tiap UKM untuk dimasukan kedalan struktur kurikulum pembelajaran. Ilham Nur Alfian selaku perwakilan dari PPK2IPE mengatakan bahwa mata kuliah ini sebagai pengakuan atas kegiatan pengembangan diri mahasiswa.

“Kami mencoba untuk memberikan ruang dan/atau kesempatan agar kegiatan pembinaan dan pengembangan mahasiswa masuk ke dalam struktur kurikulum yang selama ini tidak ada di dalam kurikulum,” tuturnya saat rapat online, Rabu (6/23).

Mata Kuliah baru yang mengintegrasikan sistem magang ke dalam kurikulum akan menjadi matkul wajib di semester dua. Hal ini diungkapkan oleh Ilham bahwa pihaknya telah melakukan berbagai pertimbangan sebelum mengambil keputusan.

“Kolaborasi bersama UKM adanya di Mata Kuliah Komunikasi dan Pengembangan Diri yang ada di semester 2, awalnya masuk di semester 1 karena proses mahasiswa baru mengenal kegiatan di level UKM itu di semester 1, tapi dari hasil diskusi dan perdebatan akhirnya skema Mata Kuliah Komunikasi dan Pengembangan Diri diwajibkan di semester 2,” jelasnya.

Keputusan tersebut tentunya akan berpengaruh terhadap jadwal dan perencanaan UKM.

Michael Ronaldi dari pihak FORKOM mengatakan bahwa mata kuliah magang yang diadakan di semester 2 akan menghambat regenerasi dan mengubah timeline yang sudah disusun oleh teman-teman UKM untuk semester depan.

“Berdasarkan SK Rektor MK KPD ini akan diadakan di semester 2, tapi karena ini akan diintegrasikan dengan kegiatan UKM, maka temen-temen UKM bisa memulai pemagangan di pertengahan semester 1,” tuturnya.

dengan asumsi bahwa awal semester 1 sampai UTS itu bisa dilakukan persiapan-persiapan terkait dengan standarisasi dan prosedur perhitungan penilaian. Kita bisa sama-sama menemukan prosedur format seperti apa yang bisa kita pakai bersama dalam penilaian MK KPD,” lanjutnya.

Sedangkan untuk rancangan capaian belajar pada mata kuliah ini pun perlu disusun bersama oleh tiap-tiap UKM agar disesuaikan dengan kegiatan masing-masing UKM.

Berdasarkan penuturannya, Ilham mengatakan bahwa capaian belajar yang diharapkan dari Mata Kuliah Komunikasi dan Pengembangan Diri pada ranah sikap dan afeksi untuk membangun Generasi Emas 2045 yang dibekali keterampilan, kualitas karakter dan kompetensi yang diharapkan.

Akan tetapi, belum ada kejelasan teknis dan operasional dalam skema penilaian pada Mata Kuliah baru tersebut. Puji selaku Tim Perumus Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Mata Kuliah Komunikasi dan Pengembangan Diri mengatakan bahwa RPS masih dalam proses review oleh pihak Direktorat Inovasi dan Pengembangan Pendidikan (DIPP).

“RPS masih dalam proses review oleh DIPP Bu Nikmah,” jelasnya dalam kolom chat Zoom meeting.

Hingga artikel ini diterbitkan, belum ada perkembangan terkini terkait pedoman penilaian yang disepakati.

“Secara teknis perlu dibahas lebih lanjut terkait prosedur penilaian, barangkali di minggu depan yang lebih fokus pada agenda-agenda yang lebih operasional,” tuturnya sebelum mengakhiri forum.

Masih banyak pembahasan yang belum selesai, Ilham dari pihak PPK2IPE mengatakan bahwa akan mengadakan pertemuan lanjutan untuk melanjutkan pembahasan.

Penulis: Diyanah Shabitah
Editor: Astri Irmaulidiyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *