MPM Kawal LPJ Publik, BEM Unair 2019 Bertele-Tele

Undangan LPJ Publik untuk Seluruh Mahasiswa Unair (Sumber: @mpmunair)

Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) mengumumkan akan menggelar Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Publik BEM Unair 2019-2020 pada Sabtu (6/2) melalui akun resminya. Namun, kehadiran Agung Tri Putra, Ketua BEM Unair 2019 dalam LPJ Publik tersebut belum dapat dipastikan.

Ketua MPM 2020 menyebut Agung terlalu bertele-tele saat dihubungi. Ia mengatakan Ketua BEM Unair 2019 itu tidak setuju apabila LPJ dilangsungkan secara daring.

“Mas Agung ini bertele-tele. Awalnya tidak mau diselenggarakan secara online, tapi kalau offline kan tidak memungkinkan. Ditanya kesangggupannya tanggal berapa, itu juga tidak direspon,” ungkap Dewi Millenia melalui sambungan telepon Whatsapp, Rabu (3/2).

“Toh, ya LPJ ini kan kita melaporkan selama kepengurusan BEM, ya dipaparkan saja apa kurang dan lebihnya. Kita menerima dan mewadahi,” lanjutnya.

Tak kunjung mendapat jawaban pasti dari Ketua BEM Unair 2019, MPM menyurati BEM Unair 2019 secara resmi untuk bisa hadir dan LPJ dapat dilangsungkan.

“Sudah dikomunikasikan, tapi Mas Agung bilang kita bisa mengagendakan ini setelah MPM demisioner,” ujar Dewi.

Sementara itu, Dirmawa Unair menyampaikan belum ada kesepakatan antara pihaknya dengan BEM Unair 2019 terkait tanggal pasti diadakannya LPJ Publik.

Dewi menyayangkan hal tersebut lantaran MPM sudah memutuskan akan mengadakan LPJ pada Sabtu depan (6/2). Terlebih, Pemira fakultas telah usai dilaksanakan. Pergantian anggota MPM serta pelantikan BEM Unair periode 2021 pun akan segera dilangsungkan.

“Tadi pagi diberi tahu Dirmawa kalau belum ada kesepakatan dengan BEM. Aku bingung, sebenarnya MPM sudah memutuskan mau LPJ dan sudah ada hasil resminya. Kita memilih tanggal 6 karena kita sudah tidak ada waktu lagi. Pemira fakultas sudah selesai, ini menandakan waktu demisioner antara pertengahan Februari atau akhir Februari,” jelasnya.

MPM sudah mengupayakan sejak jauh hari, lanjut Dewi. Tidak ada tanggal dadakan terkait pelaksanakaan LPJ Sabtu mendatang. Ia juga sudah berulang kali menawarkan kesediaan BEM Unair 2019 secara pasti.

“Pokoknya kita sudah mengupayakan jauh hari. Kalau kesannya langsung mencantumkan tanggal ya enggak, saya sudah menanyakan kesibukannya, kesediannya kapan. Ini tanggung jawab moral, membawa nama seluruh mahasiswa Unair. Jadi, mau tidak mau ya harus dilaksanakan,” tegasnya.

“Intinya kan Mas Agung dan Mas Aji. Menteri-menterinya tidak datang tidak masalah, yang penting ada perwakilan yang menyampaikan LPJ,” imbuh Dewi.

Terkait teknis pelaksanaan LPJ nantinya, Dewi menyebut LPJ akan berjalan santai sehingga tidak dilakukan dengan sidang melainkan dalam bentuk diskusi.

“Sebenarnya untuk teknis ini kita tidak berguru pada MPM sebelumnya. Aku udah bilang ke Mas Agung jauh-jauh hari, setiap menteri menyampaikan, kalau menterinya tidak hadir berarti diwakilkan Mas Agung. Jadi, nanti pemaparannya mengalir saja,” paparnya.

“Tapi dengar-dengar dari teman-teman BEM Unair 2019, LPJ-nya sudah siap dan terbit,” lanjutnya kemudian.

Di akhir pelaksanaan LPJ akan dibahas mengenai agenda demisioner MPM tahun kepengurusan 2020. Namun, apabila LPJ tidak jadi dilangsungkan maka demisioner dilakukan tanpa seremoni.

“Artinya, kalau MPM baru muncul dan LPJ tidak terlaksana ya tidak ada peringatan seremonial, otomatis berhenti begitu saja,” tutup Dewi.

Untuk pertama kalinya, pelaksanaan LPJ Publik oleh BEM Unair dilaksanakan bersama dengan MPM. Pada kepengurusan sebelumnya, BEM Unair melaksanakan LPJ publik secara mandiri tanpa melibatkan MPM.

Penulis: Risma Ammay

Editor: L. Fitriani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *