(Gambar: Akun instagram resmi KPUM FEB 2020)
Setelah membutuhkan proses verifikasi yang cukup memakan waktu, Pemilihan Raya (Pemira) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) akhirnya selesai. E-Voting yang dilangsungkan pada Kamis (10/12) mulai pukul 07.00 WIB hingga 17.00 WIB itu sempat mengalami kendala.
Dalam Pemira, pemilih harus membuat akun terlebih dahulu sebelum melakukan pemilihan kandidat Ketua-Wakil Ketua BEM FEB, DLM, BLM, dan Ketua Hima untuk masing-masing program studi. Setelah akun dibuat, panitia Pemira akan melakukan proses verifikasi akun. Jika akun terbukti valid, maka pemilih bisa login kembali melalui laman E-Voting dan mulai memilih. Terkait proses verifikasi, diproyeksikan hanya memakan waktu lima menit.
Maura Pasya, kerap disapa Rara, salah satu penanggungjawab kelas Jurusan Manajemen mengungkap dirinya tidak mengalami kesulitan ketika harus mengajak teman-temannya untuk ikut berpartisipasi dalam Pemira FEB 2020.
“Nggak ada kesulitan sih alhamdulillah, soalnya juga kebetulan tutorialnya diunggah gak lama dari aku ngechat anak-anak,” tutur Rara melalui pesan Line pada Kamis (10/12).
Namun, Rara juga memaparkan keluhan yang dialami teman-temannya saat akan memberikan suara, yakni proses verifikasi yang cukup lama.
“Sejauh ini komplain gak jauh-jauh dari masalah verifikasi yang lama sih. Tapi tadi juga udah ada sempat dikasih Contact Person (CP) buat yang trouble atau verifikasi yang lama biar bisa langsung lapor,” jelas Rara.
Masalah terkait lamanya waktu untuk menunggu verifikasi juga dialami Mochammad Ivandio Haidar, mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan. Dirinya mengungkap telah cukup lama menunggu waktu verifikasi sebelum akhirnya melakukan E-Voting.
“Tadi buat akun sekitar jam sepuluh pagi. Udah nunggu sekitar 20 menitan belum bisa (belum terverifikasi). Dicek lagi jam setengah dua belas siang baru bisa,” terang Dio saat dihubungi melalui pesan Line pada Kamis (10/12).
Namun, di samping itu Dio mengatakan sistem Pemira tahun ini lebih fleksibel dengan menggunakan sistem daring.
“Kalau kataku sistemnya asik, bisa tetap melakukan voting dikala pandemi secara online,” jelas Dio.
“Sarannya hati-hati kalau sistemnya dijebol, barangkali kalau ada mahasiswa yang iseng,” sambungnya.
Dihubungi melalu pesan Line pada Kamis (10/12), Arindawatik, Koordinator Publikasi dan Dokumentasi KPUM FEB memberikan keterangan lebih lanjut mengenai alasan lamanya waktu verifikasi.
Alasan pertama, narahubung yang dipublikasikan melalui akun resmi Pemira FEB hanya satu orang untuk satu program studi, sehingga cukup lamban untuk merespons pesan dari mahasiswa.
Kedua, KPUM baru mengetahui pada Hari-H pelaksanaan E-Voting jika ukuran foto maksimal hanya 1 MB. Hal tersebut berakibat pada banyaknya kesalahan mengunggah file.
Ketiga, beberapa mahasiswa merasa belum mendaftar, namun Nomor Induk Mahasiswa (NIM) sudah terdaftar di sistem. Sebab itu, KPUM harus menghapus terlebih dahulu data pendaftar yang telah masuk. Mengenai alasan yang ketiga, Arinda mengatakan KPUM belum mengetahui penyebab pasti lantaran terkait masalah teknis pada Hari-H pelaksanaan Pemira.
Lantas, dengan terbitnya informasi terkait selesainya Pemira FEB melalui akun instagram resmi Pemira FEB, maka ditutuplah agenda perayaan pesta demokrasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unair 2020. Hingga tulisan ini terbit, KPUM FEB belum mempublikasi nama-nama kandidat terpilih.
Penulis: Astri Irmaulidiyah
Editor: Risma D.