(Gambar: fpk.unair.ac.id)
Calon tunggal Ketua-Wakil Ketua BEM Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Ardhy Firmansyah dan Alifa Hafizha paparkan visi misi dalam uji panelis yang diselenggarakan pada Jumat (11/12). Dalam visinya, mereka mengupayakan BEM FPK menjadi kolaborator yang progresif, inovatif, dan berkelanjutan.
Untuk mengaktualisasi visi itu, paslon mengupayakan sinergisasi antara mahasiswa, dekanat, ormawa, dan dekanat. BEM FPK memiliki misi membangun lingkungan organisasi adaptif dan berkelanjutan serta meningkatkan harmonisasi antar ormawa dan mahasiswa FPK. Selain itu, juga akan memperkuat peran dan relasi BEM FPK dalam lingkup internal maupun eksternal fakultas.
Terdapat beberapa panelis yang hadir, yakni Nina Nurmalia S.Pi., M.Si., Muhammad Brawijoyo Santanumurti S.Pi., M.Sc., Dr. Woro Hastuti Saryantini Ir., M.Si., dan Ketua-Wakil Ketua BEM FPK periode 2019-2020, Ahmad Jabal, Akbar Al Ishaqi.
Panelis pertama, Nina Nurmalia menanyakan perihal strategi yang dapat dilakukan dalam meningkatkan kinerja FPK, baik pada program studi Akuakultur maupun Teknologi Hasil Perikanan. Menanggapi pertanyaan itu, Ardhy- Alifa menjelaskan akan melakukan strategi dengan digitalisasi mindset dan adaptif. Dalam prosesnya, akan direncakan program yang adaptif di tengah pandemi Covid-19.
Dalam sesi tanya jawab, Muhammad Brawijoyo menanyakan strategi yang akan diusung BEM saat pandemi, Ardhy dan Alifa dalam strateginya berencana mengadakan workshop online secara berkala dan pengembangan diri dalam bentuk soft skill. Paling utama yang ditekankan antara lain internalisasi BEM dan penggunaan platform untuk memenuhi kebutuhan sivitas akademik FPK serta melakukan evaluasi secara berkala.
Selanjutnya, menanggapi pertanyaan Woro Hastuti Saryantini mengenai program yang akan direncanakan pada kepengurusan BEM FPK periode 2021, Ardhy menyinggung pelatihan yang berbasis pada dunia praktis.
“Di sini kami ingin pelatihan yang menghasilkan hasil prestasi dari Fakultas Perikanan. Kami ingin memberikan arah pandangan masyarakat keinginan yang dituju di dunia kerja nantinya,” ujarnya.
Calon Wakil ketua BEM FPK, Alifa menjelaskan bahwa BEM akan melakukan sinergitas dengan ormawa dan dekanat. Dalam pelaksaannya, mereka akan mengadakan program berupa workshop agar mahasiswa dapat memiliki persiapan dan meningkatkan kemampuan untuk langkah yang digunakan setelah lulus dari perkuliahan.
Ardhy menjelaskan program pelatihan yang akan diadakan oleh BEM FPK nantinya berupa pelatihan pembuatan LKTI, public speaking, bahasa inggris, budidaya ikan lele, dan pelatihan kepempimpinan.
Melalui pengadaan workshop itu, Ardhy dan Alifa berharap agar mahasiswa FPK ke depannya dapat aktif mengikuti kegiatan dalam kancah nasional maupun internasional.
Penulis: Alicia Juanita
Editor: Risma D.