Penyampaian aspirasi berupa policy paper bertempat di Hall lantai 8 RSUA (dokumen pribadi EMOJI)
Audiensi antara perwakilan BEM Fakultas dan DLM dengan pihak rektorat telah berlangsung pada Sabtu (1/8) di Hall lantai 8 Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA).
Pertemuan tersebut menindaklanjuti aksi yang digelar mahasiswa pada Rabu (29/7) terkait pemotongan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Dalam pertemuan itu turut hadir Wakil Rektor I, Direktur Keuangan, dan Direktur Kemahasiswaan.
Mahasiswa yang tergabung dalam Emosi Jiwa (Emoji) Airlangga itu tidak hanya membawa tuntutan pemotongan UKT 50% saja. Melalui policy brief yang dikeluarkan Emoji Airlangga disampaikan beberapa alternatif dan rekomendasi kebijakan untuk mengatasi keluhan mahasiswa. Hal itu disesuaikan dengan hasil breakdown dari jaring aspirasi sebanyak 7.155 mahasiswa yang telah dilakukan sebelumnya.
Menanggapi tuntutan pemotongan UKT sebesar 50%, Dr. Ardianto, SE., M.Si., selaku Direktur Keuangan Unair menyebut sulit mengabulkan pemotongan UKT bagi seluruh mahasiswa. Ardianto mengatakan persediaan keuangan kampus harus tetap ada.
Seperti yang dilansir dari Retorika.id, pemotongan UKT 50% otomatis hanya dibatasi bagi beberapa mahasiswa saja. Sedangkan keputusan sementara yang diambil pihak rektorat untuk menyanggupi tuntutan mahasiswa, yaitu dengan menyepakati permintaan agar merekomendasikan terbitnya SK rektor yang mengatur pemotongan UKT sebesar 50% bagi seluruh mahasiswa secara bebas syarat.
Di akhir kesempatan, melalui akun resmi instagram @emojiairlangga Manuel Agri, Presiden BEM FISIP Unair membacakan nota kesepakatan antara Emoji Airlangga dan pihak Rektorat terkait kesepakatan permintaan rekomendasi penerbitan SK.
Penulis: Risma D.
Editor: Annisa Fitriani