Sumber Gambar: Tim LPM Mercusuar
Selasa (9/7), setelah menyelesaikan ibadah shalat Ashar, Prof. Nasih menggelar konferensi pers di depan Masjid Ulul Azmi Kampus C Universitas Airlangga. Prof. Nasih bersama Prof. Bus melaksanakan konferensi pers didampingi oleh jajaran rektorat, guru besar, dan para dekan. Konferensi pers dibuka oleh Prof. Bus yang menyampaikan permintaan maafnya secara pribadi.
“Saya secara pribadi menghaturkan maaf pada Pak Rektor. Saya bermaksud mewakili diri pribadi, namun terlalu kelewatan akhirnya saya menggunakan institusi. Ini yang mungkin salah saya. Alhamdulillah Bapak Rektor sudah memaafkan. Pokoknya saya serahkan kembali pada Bapak Rektor. Terima kasih, Bapak Rektor,” ujar Prof. Bus sebagai pembuka dari konferensi pers siang ini.
Prof. Nasih tidak menyampaikan kronologi pemecatan Prof. Bus secara gamblang. Saat ditanya terkait hal yang mendasari terbitnya SK Pemecatan Prof. Bus, Prof. Nasih menjawab jika hal tersebut sudah masa lalu dan meminta untuk fokus pada masa depan Universitas Airlangga. Prof. Nasih pun menjawab tidak tahu-menahu terkait pendapat yang disampaikan Prof. Bus, beliau hanya menyampaikan jika Prof. Bus adalah sahabatnya.
Dengan pengandaian bahwa suatu hubungan sepasang kekasih pasti ada bertengkar dan balikannya, Prof. Nasih menganggap bahwa hal ini sudah biasa terjadi. Prof. Bus dapat kembali menjadi Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga sejak hari ini. Prof. Nasih menjelaskan bahwa tidak ada hal yang mendadak dan sudah melalui proses terkait pemecatan Prof. Bus, tetapi publikasinya saja yang terasa mendadak.
Prof. Nasih menyebutkan jika Universitas Airlangga tidak membatasi kebebasan akademik, tetapi harus mematuhi aturan disiplin kepegawaian. Di akhir konferensi pers, Prof. Nasih, Prof. Bus, dan jajaran lainnya menggaungkan slogan UNAIR HEBAT dan Excellent with Morallity.
Setelah konferensi pers, Prof. Bus ditemui secara langsung oleh media untuk mempertanyakan permintaan maafnya ketika konferensi pers. Beliau menyampaikan jika semuanya sudah selesai. Prof. Bus juga menjawab jika beliau sempat melakukan audiensi bersama Prof. Nasih. Kedepannya, Prof. Bus pun akan tetap menyampaikan pendapatnya meskipun berbentuk kritik walaupun dengan cara-cara yang berbeda. Beliau menutup dengan jawaban bahwa tidak ada intervensi dari pihak manapun.
Penulis: SC-11
Editor: SD-10