Sumber Gambar: Tim LPM Mercusuar

Sabtu (24/8), Amerta Abiseka digelar serentak di tiga lokasi, yakni Airlangga Convention Center (ACC), Gedung Nano atau Gedung Kuliah Bersama, dan Gor Kampus C, sebagai rangkaian penutup kegiatan PKKMB Universitas Airlangga. Namun, di balik euforia dan kemeriahan, masih terdapat beberapa hal yang perlu dievaluasi.

Salah satu hal yang dikeluhkan oleh mahasiswa baru dan panitia dalam acara penutupan adalah pembagian konsumsi dan waktu ishoma. Mahasiswa baru yang berada di ACC mengaku tidak mendapatkan waktu untuk melakukan ibadah dan makan siang hingga sekitar pukul 14.00 WIB.

“Kendalanya (ada) di konsumsi untuk yang di ACC dibagi setelah acara selesai. Tidak ada ishoma, toilet pria jauh di luar acara, panitia banyak yang gak tahu harus ngapain. Mereka beberapa kalau ditanyain kaya gak tau gitu. Dan yang paling parah menurutku panitia koordinasinya kurang dari awal rangkaian acara sampai selesai,” kata Dwiirna (bukan nama sebenarnya), mahasiswa Fakultas Vokasi.

Keluhan ini juga dirasakan oleh mahasiswa program studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, berinisial Y. “Kalau waktunya jam makan siang diusahakan tepat waktu dan jangan molor lama-lama, karena mungkin banyak teman-teman yang belum sempat sarapan atau mungkin memiliki penyakit tertentu,” ujar Y saat dihubungi oleh Tim LPM Mercusuar.

Pembagian konsumsi yang dinilai terlambat ini mengakibatkan banyak mahasiswa pingsan, pusing, dan sakit perut. Tim medis yang harus bertugas juga mengaku kewalahan dalam proses penanganan. Salah satu panitia divisi medis mengungkap adanya kekurangan dalam briefing mengenai rundown acara, termasuk waktu selesainya. Selain itu, ruang untuk akses medis kurang memadai sebab banyak area yang awalnya diperuntukkan sebagai jalur medis telah diisi oleh mahasiswa baru.

Perihal kurangnya komunikasi ini juga diutarakan oleh Serya (bukan nama sebenarnya) yang juga menjadi panitia divisi medis dalam acara tersebut. “Untuk instruksi di divisi medis sendiri jelas sebagaimana biasanya dalam penanganan dan pembagian tugas, namun komunikasi dengan beberapa divisi agak kurang, khususnya dengan acara, sehingga medis hanya bisa mengikuti alur yang ada,” jawab Serya.

Ketika ditanya mengenai koordinasi dengan divisi lain, salah satu panitia divisi acara menjelaskan bahwa koordinasi berjalan cukup baik. Namun, mereka menambahkan bahwa ketidaksesuaian waktu pada rundown acara cukup menambah masalah. Panitia divisi acara tersebut juga memberikan keterangan terkait waktu istirahat, sholat, dan makan (ishoma) serta keterlambatan pembagian konsumsi kepada mahasiswa baru di ACC. Mereka menjelaskan bahwa berdasarkan rundown yang disusun, acara seharusnya berakhir pada pukul 13.25 WIB, sehingga memberikan waktu yang cukup untuk ishoma setelah acara selesai. Namun, karena rundown tidak berjalan sesuai jadwal, terjadi kebingungan dalam alur pembagian konsumsi, mengingat ukuran gedung ACC yang cukup besar.

Saat ditanya mengenai penyebab acara tidak berjalan sesuai rundown, panitia tersebut mengaku tidak mengetahui alasannya. Mereka menjelaskan bahwa sebagian besar pengelolaan waktu dalam acara Amerta Abiseka ditangani oleh pihak atasan, termasuk penyusunan rundown yang dibuat oleh mereka. Panitia tersebut juga menerangkan bahwa rundown untuk keseluruhan acara tersebut dibuat oleh pihak Direktorat Kemahasiswaan Universitas Airlangga dan bukan wewenang panitia divisi acara. “Rundown kemarin kan emang dirmawa,” sambung panitia itu.

Jika menelisik dari rundown, beberapa kegiatan memang dimulai lebih lambat dari yang dijadwalkan. Seperti, sambutan rektor yang seharusnya pukul 08.05 WIB, tetapi baru terlaksana setelah pukul 09.00 WIB. Lalu, sesi talk show yang seharusnya dibagi menjadi dua sesi dipercepat menjadi satu sesi saja. Selain itu, ada penampilan lagu dari politisi Emil Dardak yang tidak tercantum dalam rundown. Ada pula Awarding Garuda yang seharusnya diumumkan pukul 11.10 WIB dihilangkan untuk mempersingkat waktu. Hal-hal ini memicu efek berikutnya.

Akibat berbagai keriuhan ini, beberapa mahasiswa baru menyampaikan evaluasi dan kesan mengenai rangkaian acara Amerta Abiseka. Dwiirna mengungkapkan bahwa ia merasa kecewa karena speaker dan guest star yang dihadirkan tidak sesuai dengan harapannya dan kurang diminati oleh gen z. Namun, ia juga menambahkan bahwa perayaannya terbantu oleh penampilan band dari FISIP dan FK, yang menurutnya sangat mengesankan dan berhasil mencuri perhatian.

“Guest star-nya sebenarnya bagus, tetapi musik yang dibawakan kurang cocok untuk generasi sekarang sehingga kurang menarik dan kurang seru,” jelas mahasiswa baru berinisial A.

Serya juga menyampaikan kesan dan evaluasinya atas pelaksanaan Amerta Abiseka. Ia menuturkan bahwa rangkaian acara tahun ini lebih beragam dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, ada beberapa kegiatan yang kurang mendapat perhatian, seperti penanaman pohon oleh perwakilan setiap Garuda dan rangkaian penghargaan Garuda yang tidak terlaksana. Serya juga menambahkan bahwa kondisi pelaksanaan acara dalam sistem contra flow berjalan sangat baik, terutama jika dibandingkan hari-hari sebelumnya serta tahun lalu.

Penulis: SP-09

Editor: RF-08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *