Pada Selasa (4/7/2023) BEM UNAIR mengudarakan reels mereka. Konten yang dilahirkan oleh Direktorat Aksi dan Propaganda Kemensospol BEM UNAIR tersebut dimaksudkan untuk mengkritik pihak UNAIR yang kebut-kebutan dalam kontestasi perangkingan kampus dunia. Menyusul berita UNAIR yang naik ranking dari universitas terbaik nomor 369 menjadi nomor 345 terbaik dunia menurut QS WUR.

Mereka menganggap UNAIR yang ngebut dalam kontestasi perangkingan kampus dunia tidak memuat substansi yang signifikan terhadap kemajuan UNAIR sendiri. Adapun yang mereka tuliskan dalam akun resmi BEM UNAIR bahwa masih banyak mereka temui curhatan mahasiswa terkait fasilitas kampus yang belum memadai hingga dosen yang tidak merter escort becus.

Namun, kritikan tersebut dinilai tidak memiliki arah atau poin dari apa yang sebenarnya ingin mereka sampaikan. Mulai dari minimnya korelasi antara UNAIR yang terus naik peringkat dengan fasilitas UNAIR yang sebetulnya masih bisa didebatkan terkait kualitas fasilitas UNAIR dilanjut dengan mereka yang tidak menyertakan data yang valid dalam melakukan kritik. Mereka hanya mengatakan adanya “curhatan mahasiswa” tanpa memberikan isi dari curhatan dan siapa yang memberikan keluhan itu secara spesifik. Sampai diksi yang mereka gunakan “ketidakbecusan dosen”, yang dinilai sebagai “argumen sentimen”. Perlu digarisbawahi lagi, ditandai dengan tidak adanya “data” dan faktor-faktor apa saja yang dapat membuat seorang dosen “boleh” dicap sebagai dosen tidak becus.

Maraknya fenomena konten kritik yang dipadukan dengan video atau soundtrack viral yang dilayangkan oleh akun-akun resmi BEM Universitas di Indonesia di tonggak awali oleh keberanian BEM UI dalam mengkritisi DPR-RI terkait pengesahan Perppu Cipta Kerja dengan mengedit video seekor tikus yang kepalanya diganti dengan anak dari ketum partai yang sekaligus menjabat sebagai ketua DPR-RI, Puan Maharani, pada beberapa bulan lalu. Disusul oleh BEM ITS yang melayangkan kritikan yang isinya hampir sama dengan BEM UI. Adapun kritikan BEM UGM terhadap jajaran petinggi UGM yang mematok UKT yang dinilai terlampau mahal. BEM UNS, salah satunya, datang dengan permasalahan di kursi rektor UNS terkait adanya intervensi dari menteri Mendikbud Ristek, Nadiem Makarim, dan masih banyak konten kritik dari pelbagai BEM kampus lainnya.

Kritikan yang baru-baru ini dilayangkan oleh BEM UNAIR bisa dibilang telat jika berkaca dari konten -konten serupa dari BEM universitas lain yang lebih dulu terbit. Meskipun sebenarnya tidak masalah untuk mengunggah konten seperti ini secara telat atau bahkan tidak mengunggahnya sama sekali. 

Namun, apakah langkah membuat konten kritik seperti ini diambil oleh BEM UNAIR hanya karena FOMO terhadap para BEM kampus lain? sampai-sampai lupa untuk mengkaji isi dari konten itu sendiri secara mendalam? İstanbul geneline hizmet veren escortlar için escort kızlar istanbul web sayasını ziyaret edin.

Penulis : R.W.Elang

Editor : Myesha Fatina Rachman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *