Diskusi menyambut LPJ BEM Unair 2019-2020 oleh MPM yang kedua kalinya (Mercusuar/Dewi)

Untuk kedua kalinya, Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) mengundang Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Airlangga Periode 2019-2020 dalam pelaksanaan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Publik secara daring melalui Zoom meeting, Minggu (7/2) malam. Setelah sehari sebelumnya LPJ Publik ditunda lantaran Ketua BEM Unair 2019 dan jajarannya tidak turut hadir. 

Namun, lagi-lagi peserta yang hadir harus kembali menelan kekecewaan lantaran Ketua dan Wakil Ketua BEM Unair 2019 tidak hadir dan tidak memberi kabar apapun.

Padahal, semangat mahasiswa Unair pada LPJ Publik yang digelar kedua kalinya itu meningkat. Dari 26 peserta menjadi 49 peserta. 

Forum dibuka 15 menit lebih lambat dari jadwal yang ditentukan dengan harapan memperoleh kepastian kabar dari Ketua-Wakil Ketua BEM Unair Kabinet Juara.

Tak kunjung menunjukkan tanda-tanda kehadiran keduanya, Ketua MPM 2020 Dewi Millenia memutuskan untuk membuka forum dengan diskusi ringan.

Pada sambutannya, Dewi menyampaikan jika Ketua dan Wakil Ketua BEM Unair 2019 kembali tidak hadir maka LPJ Publik akan sepenuhnya dikembalikan lagi tanggung jawabnya kepada BEM Unair Kabinet Juara. 

“Semisalnya nanti LPJ-an BEM ini tidak ada hasil di MPM maka akan dikembalikan pada pihak BEM agar diajukan pertanggungjawabannya itu sendiri tanpa melibatkan MPM,” jelasnya pada Minggu (7/2) malam. 

Selang beberapa menit selepas pembukaan forum, timbul pertanyaan dari audiens perihal respon Direktorat Kemahasiswaan dan komunikasinya dengan MPM terkait LPJ Publik tersebut.

“Pihak Dirmawa telah memberikan tanggung jawab kepada MPM 2020. Jadi, kegiatan ini termasuk tanggung jawab kami sekaligus reminder untuk Kabinet Juara BEM Unair 2019 bahwa MPM telah memberi ruang dalam pelaksanaan LPJ Publik,” jelasnya.

Dewi juga memaparkan bahwa pelaksanaan LPJ periode sebelumnya dijalankan oleh BEM Unair sendiri tanpa ada campur tangan MPM. Karena itu, anggota MPM periode 2020 menyepakati untuk ikut bertanggungjawab pada proker LPJ Publik BEM Unair 2019. 

“Secara koordinasi, kami tetap melakukan koordinasi dengan Kabinet Juara BEM Unair 2019, namun tidak adanya respon yang pasti dari Mas Agung maupun Mas Aji. MPM selalu menghubungi pihak BEM Unair 2019 sejak bulan November 2020 sampai sekarang tidak mendapat balasan,” tuturnya. 

Dengan absennya Agung Tri Putra selaku Ketua BEM Unair 2019 pada agenda LPJ Publik menegaskan bahwa MPM tidak akan lagi memfasilitasi BEM Unair 2019 pada pelaksanaan LPJ Publik. 

Dewi juga menyebutkan apabila BEM Unair 2019 tidak melakukan tindakan apapun, terutama transparansi keuangan. Anggaran BEM yang cukup besar membuat Dewi menyimpulkan bahwa BEM Unair 2019 mengemban tanggung jawab moral kepada semua mahasiswa Unair.

Kondisi ini memaksa MPM melakukan demisioner secara tidak resmi. Padahal MPM telah berupaya menyediakan ruang bagi BEM Unair 2019 dalam melaksanakan LPJ Publik.

Penulis: Balqis Primasari, Dewi Manjasari
Editor: Annisa Fitriani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *