Sumber Gambar: pexels.com/Ketut Subiyanto
Mendengarkan musik menjadi salah satu rutinitas yang digemari oleh sebagian orang. Berbagai genre musik mulai dari yang upbeat hingga mellow bisa menemani kegiatan sehari-hari. Baik saat makan, mengerjakan tugas, atau bahkan saat bersih-bersih rumah. Musik hadir untuk membantu meningkatkan mood positif dalam diri mereka.
Namun, pernahkah kita dibuat sedih oleh lagu yang kita putar sendiri? Tidak ada angin dan hujan atau bahkan saat perasaan kita pun sedang baik-baik saja, tetapi hanya karena mendengar lagu Happier milik Olivia Rodrigo bisa saja kita ikut terbawa suasana sedih dari lagu itu. Kalau kita berpikir kembali, kesedihan pada kenyataannya dianggap sebagai sesuatu yang tidak diinginkan, mengarah pada emosi negatif, dan umumnya dihindari dalam kehidupan sehari-hari. Namun kali ini berbeda, mengapa orang-orang malah mencari dan menghargai kesedihan dalam musik? Alih-alih akan melukai diri, mereka malah menikmati lagu dan lirik-lirik sedih. Lalu sebenarnya itu efek apa, sih?
Memang bukan suatu masalah jika kita mengalaminya, namun kita perlu tahu bahwa itu merupakan sadness paradox. Nah, kalian pernah mendengar? Sadness paradox mengacu pada fenomena di mana seseorang dapat merasakan kedalaman emosi dan kesedihan yang mendalam, tetapi pada saat yang sama, pengalaman ini juga dapat membawa pemahaman mendalam, penerimaan diri, dan pertumbuhan pribadi. Kesedihan dianggap sebagai suatu paradoks karena meskipun umumnya dianggap sebagai pengalaman negatif, juga dapat menghasilkan dampak positif dalam pengembangan individu.
Ketika mendengar musik sedih atau galau, kita dapat merenung seolah pikiran kita terbawa jauh oleh suasana sehingga membantu merefleksikan diri. Namun, penting untuk diingat bahwa pengalaman kesedihan tidak selalu menghasilkan pertumbuhan atau pemahaman yang mendalam. Beberapa orang mungkin mengalami kesulitan untuk mengatasi kesedihan mereka dan menghadapi risiko kondisi seperti depresi. Dalam hal ini, kesedihan dilihat sebagai perjalanan emosional yang kompleks dan bervariasi, di mana individu dapat mengalami penderitaan sekaligus memperoleh wawasan dan pemahaman yang mendalam tentang diri mereka sendiri serta kehidupan secara umum.
Sejalan dengan pernyataan Andini (2022), perasaan sedih yang tercipta dari sebuah seni termasuk juga musik bisa dikatakan berbeda dengan perasaan sedih yang kita alami dalam kehidupan sehari-hari. Perasaan sedih ini dikategorikan sebagai kesedihan yang bisa kita nikmati, karena ketika mendengarkan lagu melow bukan berarti emosi yang bangkit hanya berupa kesedihan saja.
Dalam studi yang berjudul “Who Enjoys Listening to Sad Music and Why?”, disebutkan bahwa mendengar lagu sedih dapat menciptakan emosi yang cukup kompleks. Selain perasaan sedih, kita juga bisa merasa seperti sedang bernostalgia dan menemukan kedamaian. Meskipun emosi ini seringkali membangkitkan kenangan tertentu, namun dalam prosesnya hal tersebut dapat menciptakan kelegaan dan ketenangan dalam hati kita.
Menurut Taruffi (2014), mendengarkan musik sedih dapat memberikan efek emosional yang bermanfaat karena mengungkapkan potensi dalam mengatur suasana hati dan emosi negatif serta memberikan kenyamanan. Musik dan lagu sedih bisa membangkitkan emosi ketika merasa lirik lagu sedih yang didengar tersebut relate dengan keadaan. Namun, meskipun apa yang digambarkan dalam musik atau lagu itu tidak terjadi pada diri sendiri, kita masih bisa berempati dengan kesedihan yang diungkapkan oleh penyanyi.
Terlepas dari penyebab seseorang mendengarkan lagu sedih, mendengarkan lagu sedih membantu proses emosi dan move on, membuat lebih mudah menentukan sudut pandang dalam segala hal, dan menjadi teman dikala merasa kesepian. Musik sedih memberi efek relaksasi dan reflektif sehingga mendorong otak memproduksi prolaktin dan dopamin yang berkaitan dengan pengekangan rasa sedih dan sesuatu yang menyenangkan. Maka tidak heran di platform media pemutar lagu seperti Spotify, Joox, dan lainnya selalu didominasi oleh lagu-lagu galau. Terutama bagi penikmat lagu galau terbanyak seperti Indonesia yang selalu memiliki tempat di hati banyak orang.
Lagu galau dianggap sebagai bentuk ekspresi seni, di mana mengekspresikan perasaan dan emosi yang sulit diungkapkan secara lisan. Dalam banyak kasus, lagu galau dapat membantu penulis lagu, penyanyi, maupun penikmatnya melepaskan perasaan yang terpendam serta mengatasi kesedihan yang dirasakan. Hal ini juga menjadi cara yang efektif untuk mengekspresikan diri serta berkaitan secara emosional.
Kegemaran terhadap musik mellow tidak perlu diartikan sebagai pertanda bahwa seseorang sedang mengalami kondisi yang tidak baik. Meskipun demikian, bagi mereka yang sedang melalui kesedihan, penting untuk mengakui perasaan tersebut tanpa berlarut-larut. Usahakan menjadikan emosi negatif sebagai peluang untuk meraih kelegaan, menjaga suasana hati tetap menyenangkan.
Penulis: Nur Khovivatul Mukorrobah (Staf Magang)
Editor: Ananda Putra