Pada Rabu, 17 Mei 2023 lalu, di depan Museum Etnografi atau Museum Kematian, diadakan pameran dan diskusi publik bertajuk “Peristiwa Mei 98: Yang (Tak Pernah) Hilang dalam Memori Kolektif”. Acara ini diselenggarakan oleh mahasiswa antropologi dan dosen-dosen yang menggandeng rekan alumni serta jurnalis senior. Mereka bekerjasama dengan pihak Museum Etnografi sebagai tempat berlangsungnya acara untuk mengenang peristiwa kerusuhan yang terjadi pada tahun 1998 itu.

Keterangan yang diperoleh salah satu petugas yang berjaga di museum, acara tersebut juga digelar untuk mengingat kembali dua mahasiswa Universitas Airlangga yang menjadi korban penghilangan paksa 13 aktivis pada tahun itu. Diketahui bahwa dua mahasiswa tersebut bernama Herman Hendrawan dan Bimo Petrus, keduanya merupakan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP). Bimo atau lebih dikenal dengan Bimpet merupakan mahasiswa Ilmu Komunikasi Angkatan 1993. Dilansir dari Unair News, Bimo adalah seorang aktivis pro-demokrasi yang memiliki relasi dalam gerakan politik Partai Rakyat Demokrasi (PRD). Sementara itu, Herman Hendrawan adalah mahasiswa Ilmu Politik.

Pameran ini menampilkan infografis dalam bentuk komik yang berjudul “Yang Tak Pernah Hilang”, foto-foto kedua korban bersama rekan-rekannya, majalah dinding yang berisi kumpulan berita mengenai kejadian tersebut, serta berita tentang hilangnya Herman dan Bimo yang dipajang dan ditata di depan museum. Tidak hanya itu, rekan-rekan yang hadir juga memberikan penjelasan tentang gambaran peristiwa tersebut, rangkaian demonstrasi hingga kerusuhan yang terjadi pada saat itu. Meskipun peristiwa itu turut menyebabkan dua mahasiswa dari Universitas Airlangga menghilang, sejatinya kedua sosok tersebut tidak pernah hilang dalam memori juga aksi. Peristiwa itu merupakan salah satu peristiwa yang mendalam bagi para rekan korban dan tentunya Universitas Airlangga.

Pameran ini juga akan dilaksanakan kembali pada Rabu, 24 Mei 2023 mendatang yang sekaligus menjadi acara penutupan. Berdasarkan keterangan salah satu petugas penjaga museum, acara akan dibuka kurang lebih pukul satu siang hingga pukul empat sore. Dimana persiapan pameran akan dimulai sekitar sepuluh pagi. Mahasiswa dapat mendatangi pameran dan diskusi publik tersebut untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana cerita yang terjadi pada peristiwa Mei 1998.

Penulis : Putri Endriana

Editor  : Ananda Putra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *