sumber: kompasiana.com

Paus orca adalah spesies mamalia air bergigi dari keluarga lumba-lumba yang dapat ditemukan di wilayah laut kutub hingga tropis. Mereka termasuk makhluk sosial yang sangat stabil dalam kelompok (pod) dan merupakan predator puncak yang cerdas serta lincah. Dengan kecepatan mencapai 55 km/jam, paus orca dianggap sebagai salah satu mamalia tercepat di air. 

Baru-baru ini media dikejutkan dengan kabar kematian Kiska, paus orca terakhir yang berada di penangkaran Taman Hiburan MarineLand, Ontario, Kanada. Dilansir dari CNN Indonesia, Kiska mati saat usia 47 tahun pada hari Jumat (10/3/23). Namun, berita lain ada yang menyebutkan Kiska mati pada 9 Maret lalu. Kiska dikenal sebagai paus orca paling kesepian di dunia karena telah hidup sendiri selama 12 tahun terakhir sejak 2011. 

Sebelumnya, Kiska hidup bersama Keiko (pemeran film Free Willy) karena keduanya ditangkap pertama kali di Islandia pada tahun 1979 saat berusia tiga tahun. Kiska juga sempat memiliki 5 anak di penangkaran, di mana salah satunya mati sebelum diberi nama dan satu per satu lainnya mati sebelum berusia tujuh tahun. Paus lainnya juga turut mati, meninggalkan Kiska sendirian di sana. Beberapa waktu sebelum kematiannya pun, Kiska menunjukkan perilaku  tidak normal dengan membenturkan kepala dan badannya pada pinggir kolam serta mengapung lesu di sana. Hal ini membuat MarineLand didakwa karena dianggap tidak mampu merawat Kiska. 

Kiska telah hidup di kolam beton kecil bertahun-tahun yang membuatnya hanya bisa berputar-putar di sana. Kondisi psikologis Kiska semakin terpuruk akibat kesepian dan kesedihan yang dirasakannya. Menurut studi, paus orca dapat merasakan emosi yang jauh lebih kompleks daripada manusia.

Pada tahun 2019, pemerintahan Kanada mengesahkan undang-undang yang melarang penangkaran paus dan lumba-lumba. Namun, undang-undang tersebut memberikan pengecualian bagi mamalia laut yang telah lama hidup di penangkaran, seperti halnya Kiska. Pengecualian ini diberikan karena khawatir jika mereka dilepas akan menyebarkan penyakit ke populasi liar di dalam laut, serta potensi stres yang tinggi karena terbiasa hidup dalam penangkaran. Hal ini juga membuat mereka tidak dapat beradaptasi dengan lingkungan laut bebas karena telah kehilangan insting berburunya. 

Berita menyebutkan Kiska meninggal akibat infeksi bakteri. Namun, hingga saat ini pihak setempat belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait kematian Kiska. Peristiwa ini menyoroti pentingnya menjaga keberlangsungan hidup hewan laut demi keseimbangan ekosistem laut yang penting bagi manusia.

Penulis : Putri Endriana

Editor: Ananda Putra Utama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *