Sumber foto: LPM Mercusuar

Terhitung tujuh hari sejak penggusuran PKL Srikana, janji yang dilontarkan Eko Kurniawan, selaku pihak Kecamatan Gubeng saat mediasi tak kunjung berbuah manis. Tidak adanya tanda-tanda pengerjaan pemavingan di kawasan Jalan Srikana hingga hari ini, Senin (13/3) menjadi bukti tidak terealisasinya program yang disebut-sebut oleh pihak pemerintah.

Kondisi para PKL Srikana yang tak jelas nasibnya akan untung atau justru buntung, menggerakkan Aliansi Rakyat Srikana termasuk perwakilan beberapa mahasiswa UNAIR untuk mengadakan audiensi dengan pihak DPRD Kota Surabaya pada Senin (13/3) di Gedung DPRD Kota Surabaya guna memperjelas realisasi pembangunan atau penataan ulang kawasan Jalan Srikana yang dicetuskan akan menjadi Sentra Wisata Kuliner (SWK).

Saat audiensi berlangsung, Aulia Thaariq Akbar selaku Ketua BEM FISIP UNAIR menjelaskan kembali kronologi penggusuran Srikana dari surat tertulis oleh pihak kecamatan yang diedarkan pada para PKL Srikana dan bermaksud akan dilakukan penataan ulang di kawasan Jalan Srikana. Koordinator PKL Srikana, Guntur, juga menyuarakan aspirasi dan keluh kesahnya pada perwakilan Komisi B DPRD Kota Surabaya, Anas Karno, di Gedung DPRD Kota Surabaya.

Pihak Aliansi Rakyat Srikana dan mahasiswa juga telah menyiapkan Nota Kesepakatan secara fisik untuk ditandangani perwakilan pihak Pemerintah Kota Surabaya sebagai bukti janji pemerintah dalam merealisasikan programnya untuk PKL Srikana. Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya, Anas Karno terkesan enggan menandatangani Nota Kesepakatan yang telah dibuat, namun justru mempertanyakan kepercayaan aliansi pada pihak pemerintah.

“Tidak perlu, kan sudah ada bukti dari perkataan saya lewat audio dan video kan? Masa kalian tidak percaya sama saya? Yang penting kita bekerja arahnya tuh nyambung, sudah di Whatsapp aja nanti”, terang Anas. 

Anas Karno juga menjanjikan pinjaman yang akan diberikan pihak pemerintah sebagai modal usaha para PKL Srikana hingga menjelaskannya dengan rinci.

“Nanti saya akan bicara dengan PKL tentang pinjaman dan tabungan BPRSAU (PT Bank Pengkreditan Rakyat Surya Artha Utama), supaya nanti kalau butuh modal bisa bicara langsung. Ada pinjaman dengan bunga rendah sekali. Contoh kalau pinjam 2,5 juta untuk satu orang, perbulan bayar pokoknya sekitar 250 ribu, bunganya hanya 7 ribu. Jaminannya dari tujuh orang salah satu BPKB satu orang tersebut”, jelasnya.

Penulis: Tsurayya Kamilah Mandiri

Editor: Mutiara RJ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *