/Tanggapan Akademisi Unair atas Dugaan Kuat Pengaruh Paham Apokaliptik pada Kematian Keluarga di Kalideres
Sumber Foto : pexels.com

Tanggapan Akademisi Unair atas Dugaan Kuat Pengaruh Paham Apokaliptik pada Kematian Keluarga di Kalideres

Pada Kamis (10/11) satu keluarga tewas di Perumahan Citra Garden Satu Extension, Kalideres, Jakarta, banyak pihak yang menduga keluarga tersebut menganut paham apokaliptik. Keempat orang dalam keluarga tersebut itu yakni Rudyanto Gunawan, Margaretha Gunawan, Dian, serta Budyanto Gunawan .

Kasus kematian yang masih menyimpan teka-teki tersebut coba ditelusuri oleh Dr. Prawitra Thalib SH, MH, selaku Koordinator Prodi S2 Kajian Ilmu Kepolisian Unair. Menanggapi kasus kematian tersebut, Dr. Prawitra beranggapan bahwa ada dugaan pengaruh paham apokaliptik dalam keterangannya yang diberikan pada Senin (21/11).

Dr. Prawitra menjelaskan jika dilihat dari kondisinya yang tidak ditemukan makanan sama sekali sehingga diduga mereka mati kelaparan dan juga hasil forensik menyebutkan bahwa korban dalam kondisi lambung kosong. Dalam perkembangan selanjutnya, muncul dugaan keluarga tersebut menganut paham apokaliptik.

Paham Apolatilpik adalah sebuah paham yang percaya bahwa dunia yang ada sudah banyak kejahatan dan maksiat, dan akan diganti ke dunia baru. Para pengikutnya ingin meninggalkan dunia sebelum adanya penghakiman (kiamat). Mereka berspekulasi bahwa mereka lebih baik mengakhiri hidup dengan lebih terhormat sebelum terjadinya kiamat. Keterbatasan diri dan putus asa terhadap sistem kehidupan yang ada, merupakan salah satu penafsiran pesimisme dari para pengikut apokaliptik.

“Apokaliptik tumbuh subur dalam lingkup masyarakat yang putus ata pada suatu sistem dan menganggap ini adalah hukuman Tuhan sehingga mereka lebih baik menghadap Tuhan sebelum, Tuhan memanggil mereka,” tutur Dr Prawitra.

Kematian Para Pengikut Apokaliptik, dalam banyak kejadian banyak sekali penyebab kematiannya yang ditempuh oleh para pengikut apokaliptik. Pada beberapa kejadian yang ditemui para pengikut ini, mereka menggunakan media berupa racun yang dicampurkan pada makanan atau minuman yang dikonsumsi. Dr Prawitra menyebut, penganut paham Apokaliptik di berbagai negara lain juga tidak datang dari suatu kalangan saja, namun baik dari golongan berpendidikan maupun yang tidak berpendidikan bisa berpotensi melakukan tindakan ini.

Hal lain juga membahas bahwa pemahaman ini muncul akibat kesalahpahaman ajaran spiritual yang berakibat fatal pada keyakinan proses kematian. Sehingga perlu digaris bawahi bahwa jika ada pemahaman yang mengajarkan mengakhiri hidup sendiri sebagai cara untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Dugaan Kematian Keluarga di Kalideres, Jakarta atas kasus yang terjadi, bahwa lazimnya dalam kebanyakan pengikut sekte Apokaliptik, tentunya proses kematian ini tidak dilakukan secara sembarangan. Oleh karena itu pihak kepolisian
juga perlu melihat bahwa adanya keterhubungan keluarga tersebut dengan jaringan komunitas pengikut sekte lainnya, ataupun memang keluarga tersebut yang memulai untuk menciptakan sekte baru. Sehingga dapat ditemukan dengan jelas penyebab kematian yang diduga kuat dari Apokaliptik.

“Dengan adanya bukti baru, bahwa ditemukannya berbagai buku bacaan berbagai agama bisa menjadi fase dimana mereka sedang mencari tahu dengan berikhtiar lewat membaca buku tersebut dan mereka tidak menemukan agama yang sempurna. Keputusasaan tersebut bisa mempengaruhi kuat mereka untuk menganut apokaliptik,” tutur Dr Prawitra.

Kasus ini, juga menimbulkan banyak tanda tanya karena tidak ditemukan tanda kejahatan, kekerasan, perusakan barang ataupun kehilangan barang yang menjadi alasan kuat tidak adanya hal yang mengarah ke dugaan pembunuhan. Sehingga perlu penyelidikan yang kuat untuk mengetahui akar dari permasalahan tersebut terjadi.

Penulis : Satriyani Dewi Astuti

Editor : Primanda Andi Akbar