/Tak Seharga Nyawa
Sumber Foto : pixabay.com

Tak Seharga Nyawa

11 oktober 2022

Sejarah kelam itu tercatat

Si kulit bundar yang disebut sebagai pemersatu

Malah membuat seolah-olah harga diri senilai dengan nyawa seorang insani.

Kanjurahan pun jadi saksi

Begitu remuknya persekbolaan negeri ini

Entah supporter yang masuk lari kelapangan

Atau aparat yang bebas menendang sana sini

Bahkan hingga sekumpulan gas air mata terlontar ke hadapan

Buat terikan penuh dengan jeritan.

Anarkis terlihatnya

Teriak mereka seakan tak percaya pada kekalahan

Namun tak disangka

Kekalahan itu senilai dengan nyawa.

Tangis dunia melihatnya

Dan mengheningkan ciptapun bergema di mana-mana

Lekas membaik sepakbola negeriku

Karena tak ada nyawa yang senilai sepakbola.

Penulis : Samsul Arifin

Editor : Primanda Andi Akbar