/Gerbang Desa Jilid VII: Dua Tahun Perjalanan Pengabdian untuk Dusun Mendiro
Sumber Foto : Istimewa

Gerbang Desa Jilid VII: Dua Tahun Perjalanan Pengabdian untuk Dusun Mendiro

Salah satu program kerja tahunan Kementerian Pengabdian Masyarakat BEM Universitas Airlangga, Gerakan Bangun Desa (Gerdes) kembali dilaksanakan sepuluh hari sejak Senin (8/8). Kegiatan pengabdian ini berlokasi di Dusun Mendiro, Desa Panglungan, Wonosalam, Jombang. Berbeda dengan tahun sebelumnya, Gerbang Desa Jilid VII berfokus pada optimalisasi digital era dalam pembangunan desa.

Dirjen Pengembangan Desa Mitra BEM Unair, Ananta Ariefitriansyah mengatakan bahwa Gerbang Desa tahun ini menjadikan kegiatan pembangunan dalam mengembangkan potensi pariwisata di Dusun Mendiro sebagai kegiatan unggulan dengan banyaknya potensi lokal. Mulai dari potensi wisata yang sangat beragam yakni Wisata Bukit Matahari, Good View, Bird View, Air Terjun Selolapis, Bukit Seloringgit, juga keunikan di dusun tersebut seperti kebudayaan dan kepercayaannya.

“Di sana nantinya kita bisa mengeksplor hasil spot foto dan pemandangan yang indah untuk dikunjungi”, tutur Ananta.

Rafly Rahmawan selaku Menteri Pengabdian Masyarakat BEM Unair juga menerangkan goals program kegiatan dalam Gerbang Desa Jilid VII mampu mengenalkan kepada masyarakat Dusun Mendiro pentingnya digitalisasi dalam memasarkan produk lokal seperti kopi, keripik pisang, keripik daun talas, jamu temulawak dan jahe emprit Dusun Mendiro dengan memanfaatkan berbagai platform digital untuk menjual dan memasarkan produknya.

“Goals yang ingin dicapai di gerdes tahun ini adalah supaya jumlah wisatawan yang hadir di wilayah Dusun Mendiro lebih banyak lagi di tahun-tahun berikutnya, serta Dusun Mendiro dapat menjadi salah satu destinasi wisata terbaik di Kabupaten Jombang”, terang Rafly.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Gerbang Desa Jilid VII, Raja Muhammad menjelaskan hal yang membedakan tahun ini dengan tahun sebelumnya lebih menyasar pada branding Dusun Mendiro dengan menekankan pengembangan desa wisata penghasil kopi dan memasifkan penggunaan media digital sebagai sarana untuk membranding Dusun Mendiro melalui program kerja unggulan Gerdes Jilid VII.

“Pembangunan, yakni revitalisasi Bukit Matahari dan Bird View, ada tiga workshop yang bertemakan pengembangan desa wisata, UMKM kopi, dan digitalisasi branding serta dua pelatihan pengembangan produk khas daerah setempat. Pendidikan, melalui Unair Mengajar dan Sekolah Sore. Lingkungan, menanam 300 bibit pohon di tiga sumber mata air”, jelas Raja.

Perlu diketahui, Gerbang Desa Jilid VII juga berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam menyukseskan program-programnya seperti PT Perkebunan Nusantara XII, Kejar Mimpi Surabaya, HIMA Paramedik Veteriner Unair, BEM Fakultas Keperawatan Unair, SCOLAH Unair Mengajar, GenBI Unair, Karang Taruna Dusun Mendiro, dan lain sebagainya.

“Pada Gerdes Jilid 7 ini kami berkolaborasi dengan Kejar Mimpi Surabaya, sebuah komunitas kepemudaan yang bergerak di bidang sosial, untuk turut serta menjadi volunteer dalam kegiatan Gerdes. Rekan-rekan dari Kejar Mimpi turut serta untuk terjun langsung ke dalam masyarakat Dusun Mendiro selama kegiatan pengabdian ini. Gerdes Jilid 7 juga berkolaborasi dengan beberapa organisasi dari internal Unair sendiri dalam beberapa kegiatan, seperti GenBi Unair yang menjadi volunteer dalam workshop digitalisasi branding, SCOLAH Unair Mengajar dalam kegiatan pengajaran di sekolah, BEM Fakultas Keperawatan dalam kegiatan medical check up, dan HIMA Paramedik Veteriner dalam kegiatan terkait ternak. Lalu dalam program penanaman 300 bibit pohon, Gerdes Jilid 7 berkolaborasi dengan PT Perkebunan Nusantara XII atau PTPN XII. Selain itu, kolaborasi juga dijalin dengan Karang Taruna Dusun Mendiro dalam serangkaian peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-77. Selain itu, dalam serangkaian kegiatan kita juga mengucapkan banyak terimakasih karena dukungan dan partisipasi oleh pihak sponsor dari PT Perkebunan Nusantara XI, PT Atlantic Biru Raya, Kahf,Oh My Glow beauty dan Jamu Iboe , Mulia Samudra Maju Abadi dan juga Pun Langgeng Makmur Drum Mawon”, tutur Raja.

Penulis : Mutiara R. J.

Editor : Primanda Andi Akbar