/KKN di Desa Penari, Kisah Nyata atau Fiksi?
Sumber Foto : kompas.com

KKN di Desa Penari, Kisah Nyata atau Fiksi?

Akhir-akhir ini, Film KKN di Desa Penari menjadi film dengan daya tarik tertinggi. Setelah penundaan tayang selama dua tahun, film KKN di Desa Penari resmi rilis pada tanggal 30 April 2022 di seluruh bioskop Indonesia. Setelah 19 hari tayang, film ini berhasil dilihat lebih dari 7 juta penonton.

Film KKN di Desa Penari diangkat dari sebuah kisah utas misteri oleh akun twitter SimpleMan yang pernah viral tahun 2019. Film Garapan Awi Suryadi menjadi jawaban atas ekspetasi masyarakat Indonesia setelah membaca thread di twitter.

Dapat ditebak dari judulnya, film yang ditulis oleh Lele Laila ini berisi kisah enam mahasiswa yang sedang melalukan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di sebuah desa terpencil. Pemeran-pemeran dari film tersebut terdiri dari Tissa Biani (Nur), Achmad Megantara (Bima), Adinda Thomas (Widya), Aghniny Haque (Ayu), Fajar Nugraha (Wahyu), dan Calvin Jeremy (Anton).

Awal kisah film ini dimulai ketika mereka tiba di lokasi desa KKN. Mereka mulai mendapatkan gangguan dari mahluk halus penguasa desa itu yang bernama Badarawuhi (Ayu Sarah). Gangguan itu semakin terlihat setelah Ayu dan Bima melakukan sebuah kesalahan besar di desa yang pada akhirnya mengancam keselamatan mereka semua dan para penduduk desa.

Dari segi akting, para pemain film KKN di Desa Penari berhasil memainkan perannya masing-masih. Terlebih, peran Widya (Adinda Thomas) yang berhasil membuat bulu merinding. Sama halnya dengan sinematografi film ini yang sangat memuaskan dengan permainan kamera yang cukup tricky. Namun, alur cerita film terkesan membingungkan bagi mereka yang belum membaca thread oleh SimpleMan karena beberapa kisah ada yang dipotong. Selain itu, alur cerita film ini cenderung mengikuti kisah dari twitter yang menggunakan beberapa sudut pandang sehingga membuat alur cerita berjalan seadanya (sama seperti thread aslinya). Modifikasi alur cerita masih sedikit dan hanya ada beberapa adegan sebagai penyegar.

Pada sejatinya, setiap film yang diangkat dari cerita popular selalu menjadi perbincangan hangat dengan berbagai perspektif masing-masing. Terlepas dari kekurangan, film ini masih menjadi rekomendasi bagi para pecinta film horror dan misteri.

Penulis : Reni Putri Nurhidayati

Editor : Balqis Primasari