Kembali Berlayar, RS Terapung Ksatria Airlangga Sasar Sepuluh Pulau

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa melepas Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RSTKA) di Pelabuhan Kalimas, Surabaya untuk melakukan misi kemanusiaan pada Sabtu (14/5). Pada kesempatan itu, hadir pula Dekan Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Unair, Prof Amin Alamsyah.

“Kebutuhan manusia terhadap akses kesehatan merupakan aspek primer yang wajib terlayani. Namun, sebagai negara kepulauan yang besar, Indonesia dihadapkan pada tantangan untuk menyetarakan pembangunan dan memperkuat konektivitas antar wilayah, terutama wilayah kepulauan yang dihubungkan dengan laut,” ujar Gubernur Khofifah saat melakukan sambutan.

Selain layanan kesehatan dari Fakultas Kedokteran, misi kemanusiaan ini pun akan memberikan pelatihan serta sumbangan yang didapatkan dari beberapa fakultas yang ada di Unair seperti Fakultas Farmasi (FF) yang memberikan pelatihan serta edukasi penanaman tanaman obat, Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) yang memberikan sumbangan berupa sepeda listrik untuk puskesmas dan pusat layanan kesehatan di pulau terluar, dan lain sebagainya.

Sebagai tambahan informasi, misi kemanusiaan ini merupakan misi ke-63 bagi RSTKA. Perjalanan yang akan ditempuh sejak 14 Mei hingga 10 Juli tersebut akan menyasar sepuluh pulau di kawasan Jawa Timur, yakni Pulau Gili Raja, Gili Genting, Gili Iyang, Sapudi, Raas, Sapeken, Sepanjang, Sakala, Pagerungan Besar, dan Pagerungan Kecil.

“Dokter sendiri yang ikut berlayar ada 21 orang, tapi nanti akan ada kru-kru yang akan bergantian setiap dua minggu,” jelas Dr Agus Harianto selaku Direktur RSTKA.

Agus pun menuturkan, kendala yang paling utama dari misi kemanusiaan tersebut ialah niat dan semangat untuk datang ke pulau-pulau yang dituju. Menurutnya, hal ini tidaklah mudah karena ada banyak hal-hal yang harus dikorbankan.

“Kasus yang paling banyak, biasanya pelayanan yang menyangkut hidup dan mati, ya, seperti kelahiran. Karena akses fasilitas disana tidak memadai dan dokternya pun tidak ada, maka dari itu kami berusaha untuk membantu mereka. Namun, di sisi lain memang ini berat karena banyak hal-hal yang harus dikorbannkan,” tutur Agus.

Penulis : Afrizal Naufal Ghani

Editor : Primanda Andi Akbar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *