RELAWAN VS RELAWAN

(Sumber Gambar: Kolase milik Muhammad Irsyad Setiyawan

Relawan oh Relawan 

Sabtu 4 Desember 2021 menjadi duka bagi Bangsa Indonesia. Pada tanggal itu dahsyatnya erupsi Semeru, Lumajang Jawa Timur meluluh lantahkan semua yang ada di sekitarnya. Bangunan porak poranda, ternak warga berhamburan dan tak sedikit warga sekitar menjadi korban dari kejadian tersebut.

Hari demi hari korban jiwa terus bertambah seiring banyaknya relawan tanggap bencana berdatangan membantu warga semeru untuk bangkit. Relawan datang dari seluruh kalangan masyarakat dari penjuru nusantara. Momen tersebut menjadi momen panggilan solidaritas persatuan kita, terhadap kepedulian sosial bangsa ini yang sudah kita pegang sebagai Bhinneka Tunggal Ika.

Namun, dari momen haru tersebut ternyata ada momen yang juga membuat saya cukup kecewa. Melihat berita dalam media, ada dua relawan yang sedang bertugas dalam waktu dekat ini, relawan Semeru dan relawan pilpres. Hal itu cukup menjadi perhatian saya. Juga membuat saya dan mungkin masyarakat kecewa.  Pasalnya pada momen duka akibat  bencana, pagelaran kampanye relawan pilpres turut diselenggarakan di berbagai daerah, utamanya  Jawa Timur.  Bahkan masih ada yang memanfaatkannya sebagai bahan kampanye untuk merebut hati masyarakat. Disisi lain kita tahu bahwa bencana erupsi Semeru telah dinyatakan darurat oleh pemerintah Kabupaten Lumajang. 

Sebenarnya boleh saja ketika momen pilpres sedang berlangsung berbagai daerah saling memberikan deklarasi atas calon yang bakal diusung di 2024 nanti. Namun alangkah baiknya ketika melihat situasi yang mana relawan- relawan dari berbagai daerah ini bergotong royong dalam membantu penyelesaian bencana alam yang mungkin terjadi di berbagai daerah. Pemerintah sebaiknya mengambil tindakan pemberhentian segala bentuk kampanye dan deklarasi relawan-relawan pilpres  dan sejenisnya sampai kondisi benar- benar pulih kembali. 

Dengan begitu kita semua bisa menghormati masyarakat yang saat ini terdampak bencana dan maupun daerah lain yang  juga sedang dilanda bencana.

Atas dasar apapun itu, kita sebagai anak bangsa akan selalu menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika untuk persatuan bangsa indonesia. Ketika mereka yang berduka kita juga harus hadir dalam duka mereka dan membantu kebangkitan sampai pulih pada waktunya. 

Muhammad Irsyad Setiyawan – Fakultas Ilmu Budaya 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *