Nietzsche, Beyond Good And Evil: Potret Perilaku Politik Penguasa

Nietzsche, Beyond Good And Evil: Potret Perilaku Politik Penguasa

Dalam karyanya yang sangat fenomenal seperti Zarathustra, tidak lepas dari karya terdahulunya dalam pemikiran filsafat kritis Nietzsche. Beyond Good and Evil adalah karya terdahulu yang diterbitkan Nietzsche pada tahun 1886. Dalam buku ini Nietzsche mengkritik para filsuf dan intelektual lainnya yang masih terpengaruh dengan dogma agama. Dalam artian disini penilaian orang yang baik berada diatas dari orang jahat. 

Menariknya disini Nietzsche menganjurkan untuk melawan dogma itu, dengan pendekatannya yang tidak takut pada apapun dalam menghadapi berbahayanya individu modern. Dalam kritiknya terhadap filsafat klasik yang menawarkan nilai “kebenaran, kesadaran, humanis, kehendak bebas, dll. 

Dalam semangat filsafat klasik yang seperti itu justru selalu terkandung “kehendak berkuasa”. Kita melihat dari fenomena politik yang ada di mana pada kasus penggelapan uang jaket itu juga di balut semangat kebenaran, kesadaran dan kekhilafan diri yang sama sekali omong kosong. Hal ini bisa dilihat dari sidang yang diadakan Dewan Legislatif Mahasiswa (DLM) pada pengakuan mantan presbem Abdul Chaq, yang masih berusaha mempertahankan kebenaran sesuai “kehendak berkuasanya”.  Bukan kebenarannya sesuai faktanya.Akan tetapi seiring berjalannya kasus ini, justru penyelesaiannya adalah mediasi dan damai, karena dianggap semua pihak sudah menyepakati apa yang dianggap baik dan menyebut langkah ini sebagai “kebijaksanaan”. 

Apa yang di kritik Nietzsche menjelaskan sebuah makna dan baik atau benar harus dilandasi suatu makna, bukan berasal dari fakta yang kosong. Penjelasan – penjelasan yang sifatnya tidak sesuai fakta yang ada karena ada yang disembunyikan. Tidak lain karena masih terbelenggunya individu itu pada hasrat ingin “berkuasa” atau sekedar menyelamatkan diri. 

Dalam hal ini kebenaran versi penguasa bisa mencerminkan dua sisi yakni benar dan benar versi iblis. Nietzsche meyakini filsafat yang ideal tentang kebenaran justru bukan fokus dalam mencari kebenaran, tetapi mengumpulkan berbagai sudut pandang dan perspektif sebanyak mungkin untuk menilai sebuah fenomena. 

Logika politik penguasa yang sulit dipahami secara umum karena dalam prosesnya mengakomodir berbagai kepentingan mayoritas. Memang tidak salah, seperti dalam buku Profesor  Ramlan Surbakti, Memahami Ilmu Politik bahwa politik adalah kehendak mayoritas (general will) bukan will of all. Akan tetapi dalam faktanya apakah kebijakan yang diambil para stakeholder yang mengawal kasus ini adalah cerminan dari general will atau justru cerminan partial will

Segelintir elit universitas dan organisasi belaka. Pada akhirnya kita jatuh pada kondisi demokrasi representatif tetapi tidak merepresentasikan apapun. Ibarat kita sebagai konstituen juga tidak memiliki kekuatan apabila elit – elit yang sudah memutuskan untuk menghentikan tindak lanjut kasus ini. Agaknya kita belajar kelemahan demokrasi representatif dimana ada batas antara wakil dan konstituen. 

Perilaku politik penguasa miniatur negara dalam hal ini sangat mencerminkan perilaku politik di negara tersebut. Tidak bisa dipungkiri, ruang – ruang kekuasaan memang tidak hampa, ada kekuasaan yang terlihat seperti posisi struktural, jabatan presiden, wakilnya dan para jajarannya. Ada kekuasaan yang tidak terlihat, biasanya elit – elit tertentu dan stakeholder berbagai organisasi yang ikut dalam mempengaruhi pengambilan keputusan. 

Diamnya universitas sebagai pihak yang memiliki wewenang justru menjadi tanda tanya besar, apakah kasus ini memang sudah selesai? Atau memang tidak pernah menjadi perhatian pihak universitas. Selebihnya apabila ada pembiaran maka jangan heran “Excellence with morality” itu menumbuhkan moral – moral yang menyimpang. Moralitas mafia kecil, maling dan semacamnya. Benar kata Nietzsche kebenaran kadang membuat orang melampaui baik dan buruk untuk melanggengkan “kehendak berkuasanya”.

 

Penulis: Andian Zamrud (Ilmu Politik 2018)
Editor: Tata Ferliana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *