Maraknya Plagiarisme di Kalangan Akademisi

(Gambar: Okezone.news)

Baru-baru ini, kasus plagiarisme yang melibatkan seorang akademisi menghiasi halaman pemberitaan beberapa media. Lebih tegas, nama dari yang bersangkutan disebut dengan jelas. Tidak hanya itu, bahkan beberapa media mengangkat latar belakang pelaku terkait, termasuk gelar yang telah didapatkan sekaligus jabatan di salah satu perguruan tinggi tempatnya bernaung.

Safaria (2014) menyatakan bahwa plagiarisme merupakan perbuatan membajak kalimat di dalam tulisan orang lain yang kemudian diakui sebagai kalimat dari tulisan dirinya sendiri. Kalimat yang dibajak tersebut tidak mencantumkan sumber asli atau sumber awal dari tulisan yang dibuat, sehingga hal ini bisa disebut sebagai tindakan ketidakjujuran akademik.

Pelaku tindakan plagiasi dikenai sanksi pidana lantaran terbukti melanggar Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 70, dijelaskan bahwa lulusan yang terbukti menjiplak karya ilmiah orang lain akan dijatuhi hukuman berupa penjara paling lama dua tahun dan atau denda paling banyak 200 juta.

Di Indonesia,  kasus plagiarisme marak terjadi. Pelakunya bisa dilakukan oleh pelajar maupun mahasiswa. Beberapa waktu, publik dikejutkan dengan kasus plagiarisme yang dilakukan oleh akademisi dengan gelar yang cukup tinggi dan kedudukan strategis di salah satu Perguruan Tinggi Negeri maupun swasta. Tentunya, hal itu menciderai muruah dari nilai-nilai pendidikan.

Seharusnya, sanksi tegas secara nyata yang bisa dijatuhkan yaitu penghentian pelaku plagiasi dari tempatnya bernaung. Namun, pada kenyataannya, saat ini masih negitu banyak para akademisi yang telah melakukan tindakan tersebut dan masih bisa bebas ke sana ke mari tanpa mendapatkan hukuman yang setimpal.

Dari banyaknya kasus plagiarism, lantas kemudian muncul berbagai pertanyaan, mengapa kasus plagiarisme ini bisa terjadi di kalangan akademisi? Apa urgensi yang mendasari mereka melakukan tindakan plagiarisme?

Terdapat dua faktor yang mungkin menjadi penyebab para akademisi melakukan tindakan plagiarisme (Safaria, 2004). Faktor pertama, mayoritas akademisi menginginkan sesuatu didapatkan cepat dan instan. Faktor kedua,  yaitu malas untuk menguras otaknya dalam menciptakan sebuah tulisan. Hal inilah yang kemudian menyebabkan mereka mencari jalan pintas untuk memenuhi kewajiban publikasi sebagai salah satu kewajiban profesi seorang akademisi.

Lalu urgensi yang mendasari para akademisi ini dalam melakukan tindakan plagiarisme adalah mereka menginginkan jabatan yang lebih tinggi dari jabatan yang sebelumnya. Karena waktu yang sangat terbatas dan juga kesibukan yang sangat padat membuat para akademisi ini akhirnya memutuskan untuk melakukan tindakan plagiarisme untuk memenuhi persyaratan dalam regulasi Pengangkatan jabatan. Dengan cara yang sangat mudah sekaligus bisa menghemat waktu, tindakan plagiarisme ini menjadi senjata paling ampuh untuk para akademisi dalam membuat karya tulis ilmiah.

Tentunya hal ini dapat disebut telah menciderai nilai-nilai dan tujuan dunia pendidikan, dimana tujuan pendidikan yang awalnya adalah untuk mencerdaskan kehidupan masyarakat terutama generasi para generasi muda, tetapi dengan adanya tindakan plagiarisme membuat tujuan tersebut menjadi hilang arah.

Untuk itu, tindakan plagiarisme di ranah pendidikan harus dimusnahkan. Lantaran jika dibiarkan maka akan berdampak bagi masa depan dunia pendidikan dan menjadi zat adiktif yang nantinya akan membuat kecanduan atau melakukan tindakan itu terus-menerus. Tentunya, hal ini merupakan tugas bersama semua elemen yang berkecimpung di dunia pendidikan untuk menghapus tindakan plagiarisme dengan menjatuhi sanksi yang seharusnya.

Referensi:

Hadi, Ilman. 2013. Sanksi Hukum Bagi Lulusan Yang Skripsinya Hasil Plagiat. url: https://www.hukumonline.com/klinik/detail/ulasan/cl2503/sanksi-hukum-bagi-lulusan-yang-skripsinya-hasil-plagiat/. diakses tanggal 15 Februari 2021.

Kurnisar. 2016. Upaya Pencegahan Dan Penanggulangan Plagiarisme Di Perguruan Tinggi. Jurnal Bhinneka Tunggal Ika, Vol.3 No.2 November 2016.

Safaria, Triantoro. 2014. Plagiarisme di Dunia Akademik. url: https://uad.ac.id/id/plagiarisme-di-dunia-akademik/, diakses tanggal 16 Februari 2021.

Penulis: Primanda Andi Akbar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *