(Gambar: Akun instagram resmi Pemira Fakultas Psikologi Unair)
Pemilihan Raya Mahasiswa (Pemira) Fakultas 2020 diwarnai kasus calon tunggal. Sepinya peminat yang mencalonkan diri memunculkan kotak kosong di beberapa fakultas seperti Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK), Fakultas Sains dan Tekonologi (FST), dan Fakultas Psikologi (FPSi).
Salah satunya, Pemira Fakultas Psikologi pada Kamis (17/12) lalu yang urung rampung. Pasalnya, perolehan suara Syahida Azmi, calon tunggal Ketua BEM Fakultas Psikologi belum bisa mengungguli kotak kosong yang keluar sebagai pemenang dengan 330 suara.
Merespons hal itu, Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) FPsi mengeluarkan Surat Keterangan BLM no 003/F.Psi/SK-BLM-KM/XII/2020 tentang Peraturan Tambahan Pemira Fakultas Psikologi Unair. Dalam SK tersebut berbunyi apabila kotak kosong memperoleh suara lebih banyak maka akan diadakan Pemira ulang selambat-lambatnya 30 Desember 2020.
“Kami dari KPUM menyikapi sesuai dengan SK BLM dan keputusannya adalah akan dilaksanakan pemilihan ulang dengan calon saat ini dihadapkan dengan calon baru yang diperoleh dari musyawarah KM Psikologi Unair,” tutur Gestal Diptya Baswara, Ketua KPUM FPsi 2020 melalui pesan Line, Sabtu (19/12).
Gestal menyebut mekanisme pengadaan calon baru sesuai hasil kesepakatan forum diskusi BLM, BEM, BSO, KPUM, Panwaslu, dan perwakilan tiga angkatan aktif pada Minggu (13/12).
“Untuk mekanismenya, kita dari KPUM memberikan nama-nama yang memenuhi syarat ke KM kemudian dilakukan pra e-vote,” sebutnya.
Nama-nama yang masuk dalam pra e-vote itu merupakan seluruh mahasiswa angkatan 2018 dan 2019 yang memenuhi persyaratan calon Ketua BEM pada Bab V Pasal 10 Peraturan Pemira FPsi.
“Jadi ditentukan dulu mana mereka yg memiliki dukungan terbanyak menjadi lima orang. Baru setelah itu dipilih satu yang akan maju,” lanjutnya.
Kelima mahasiswa dengan polling e-vote terbanyak tersebut akan dibawa ke forum angkatan untuk menanyakan kesediaannya.
“Kalau kemungkinan tidak ada yang bersedia maju lagi sepertinya ngga mungkin. Sebelum dipilih satu dari lima nama itu untuk maju akan ditanyakan kesediaannya terlebih dahulu,” papar Gestal.
Ia mengatakan jika tahap pra e-vote sudah mulai berjalan. Dengan begitu, seluruh rangkaian Pemira akan kembali diulang.
“Kita tetap memfasilitasi calon yang akan maju, mungkin waktunya yang kita mampatkan. Jadi ngga hanya sebagai calon baru saja tapi benar-benar menyusun visi misi dan diujikan,” pungkasnya.
Penulis: Lailatul Fitriani
Editor: Annisa Fitriani