Oleh: Hanifah Puspita
Bunuh… bunuh saja ragaku
Asahlah pisaumu dan hujamkan kepadaku
Kau gemakan nafsumu,
pada kami bagai hewan buruan
Kau bungkam kami dalam belenggu
Kau tutup mata kami dengan kemunafikan
Kau rampas tanah-tanah kami semaumu
Kau jadikan kami bagai budak tak bertuan
Kau paksa kami tunduk pada tirani
Lalu, puaskah engkau melihat kami menderita?
Inikah yang kau inginkan?
Mengapa tak sekalian saja kau renggut jiwa ini?
Kau pikir aku tak berani bertaruh nyawa demi Pertiwi?
Sayangnya kau salah menduga
Ku tak sehina dirimu
Yang rakus akan kekuasaan
Ooo kasihan, sungguh kasihan
Sampai-sampai nyamuk pun enggan menghisap darah kotormu
–Titik terendah, 2019.