(Credit/neurosciencenews)
Oleh: Tiyafauzi
Aku bertanya pada semesta apakah gerangan suara-suara ramai yang sunyi ini?
Rupanya pelakon pemimpinku asik bersenggama sembunyi-sembunyi di balik kursi,
siasati rakyatnya supaya ia kebal dikebiri.
Aku bertanya pada semesta apa gerangan jeritan-jeritan ramai yang tak terdengar itu?
Rupanya anak-anak Ibu Pertiwi berteriak dalam genangan merah, dalam lautan manusia yang haus akan Shima,
yang nyaris mati tercekik asap, nyaris gila mengadu pada bapaknya yang tak bertelinga.
Sedang lakon pemimpinku masih enggan berhenti barang sejenak,
“Ketahuilah, kulakukan ini untuk kesejahteraan kita semua!” lengkingnya bagai manusia berindera setitik.
Syut!
Aku bertanya pada semesta suara apa yang baru saja kudengar?
Rupanya itu semesta yang mengundurkan diri dari tata surya.
21 September 2019