Gandeng Dinas UMKM Lamongan, Camp Pengabdian Bidikmisi Unair Adakan Sosialisasi Kewirausahaan Guna Kembangkan Potensi Warga Suwaluh

Seorang warga mengikuti pelatihan merajut dalam rangkaian acara Camp Pengabdian Bidikmisi Unair 2019 di Dusun Suwaluh, Desa Talunrejo, Kecamatan Bluluk, Kabupaten Lamongan pada Kamis (17/1). Camp Pengabdian Bidikmisi merupakan kegiatan rutin awal tahun yang diselenggarakan oleh AUBMO (Dokumentasi Camp Pengabdian Bidikmisi Unair 2019)

Reporter: Lailatul Fitriani

Editor: M. Faisal Javier Anwar

Kamis (17/1), Camp Pengabdian Bidikmisi 2019 menggelar sosialisasi kewirausahaan dengan mendatangkan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Lamongan bertempat di Dusun Suwaluh, Desa Talunrejo, Kecamatan Bluluk, Kabupaten Lamongan. Sesuai dengan tema yang diusung yakni desa kreatif dan mandiri, tujuan dari kegiatan ini ialah mengajak warga Suwaluh untuk berwirausaha dengan mengembangkan potensi serta keterampilan yang dimiliki. Tidak hanya itu, warga juga diarahkan untuk proses pemasaran produknya. Bahkan, Nunung selaku pemateri mengaku siap menampung produk-produk warga untuk dipasarkan.

Suwaluh sendiri memiliki potensi cukup besar di sektor pertanian dan perkebunan. Mulai dari beras, bawang merah, kacang hijau, jagung, hingga tembakau melimpah setiap tahunnya. Nunung menyayangkan hasil panen yang hanya dijual mentah tanpa diolah. “Saat ini UMKM memiliki banyak desa binaan di Lamongan. Dan saya lihat Suwaluh ini memiliki potensi terutama hasil pertaniannya. Jadi, sayang jika dijual mentahannya. Kalau mau mengolah tentu lebih tinggi nilai jualnya. Misal bawang merah, bisa itu dibuat inovasi entah kerupuk bawang atau bawang goreng yang sudah jadi,” jelas Nunung.

Terakhir, Nunung meminta warga yang berminat untuk berwirausaha agar membentuk kelompok terdiri dari ketua dan setidaknya empat atau lima kader. Kelompok tersebut selanjutnya dapat berkunjung ke Dinas UMKM untuk mendapat pembinaan dan bimbingan khusus terkait usaha yang ingin dikembangkan.


Rajutan karya ibu-ibu Dusun Suwaluh (Dokumentasi Camp Pengabdian Bidikmisi Unair 2019)

Selain hasil pertanian, warga Suwaluh khususnya ibu-ibu memiliki kemampuan dalam membuat kerajinan. Hampir setiap rumah terdapat hiasan bunga berbahan kresek dari yang hanya ditempel di dinding sampai di pot besar. Melihat hal tersebut, Camp Pengabdian berinisiatif menambah keterampilan warga dengan mengadakan pelatihan merajut. Selain memiliki nilai jual tinggi,  hasil rajut memiliki peluang cukup besar di pasaran sehingga cocok dijadikan usaha.

Kegiatan ini dilakukan setiap sore di salah satu rumah warga selama empat hari dan diikuti oleh ibu-ibu serta adik-adik SMP. Dalam kurun waktu yang singkat, warga telah menguasai beberapa teknik merajut bahkan mampu menghasilkan produk seperti bandana, gelang, dompet hingga tas. Produk-produk tersebut nantinya akan dilombakan pada pameran pada Jumat (18/1) siang.

Sunarsih, salah satu warga yang mengikuti pelatihan merajut mengaku senang bisa membuat kerajinan lain selain bunga plastik. “Dulu pulang dari sawah bikin bunga plastik, sekarang bisa merajut, ya merajut. Ini saya mau bikin dompet, nanti juga mau bikin tas,” tutur Sunarsih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *