Keramaian stan daerah pada acara Festival Bineka Airlangga, Sabtu (17/11/2018) (Najmudin Kholish/MERCUSUAR)

Reporter: Lailatul Fitriani dan Najmudin Kholish
Editor: M. Faisal Javier Anwar

Sabtu (17/11), halaman gedung ACC Kampus C Universitas Airlangga diramaikan oleh berbagai stan organisasi mahasiswa daerah (ormada) dari 25 daerah di Indonesia, yang menyajikan keunikan masing-masing daerah asal. Stan kebudayaan ormada dan atraksi seni daerah merupakan bagian dari acara Festival Bineka Airlangga, yang diselenggarakan oleh Kementerian Hubungan Luar BEM Unair dan Forsida (Forum Silaturahmi Ormada). Acara ini masih merupakan rangkaian dari perayaan Dies Natalis ke-64 Unair.

Pukul 14.00, sisi barat panggung mulai dipenuhi oleh stan-stan yang dilombakan dengan format stan terbaik. Tiap stan diisi dengan ciri khas masing-masing daerah, mulai dari kuliner khas, pakaian, aksesoris, bahkan sampai ada yang menawarkan kekayaan alam dari tiap daerah. Stan ini digarap oleh tiap organisasi mahasiswa daerah yang ada di Universitas Airlangga. Sebagaimana diutarakan Rizka Karima yang dijumpai di stan Solo, “dari acara ini saya melihat bahwa Indonesia itu sangat kaya, tiap daerah punya khasnya masing-masing”.

Tak hanya itu, tepat di depan pintu masuk gedung ACC ditampilkan hasil lomba fotografi yang mengangkat tema tentang budaya dan momen Hari Pahlawan.

Sekitar pukul 16.00, panggung utama diramaikan dengan adanya fashion show yang menampilkan berbagai busana daerah dengan diiringi musik khasnya.

Menjelang petang, terdengar riuh berbagai alat musik tradisional seperti terompet, gendang, kempul, saron, dan lain-lain yang mengiringi pertunjukan Reog Ponorogo persembahan Taruna Budaya Airlangga.

Berturut-turut kemudian disuguhkan beragam tampilan kesenian daerah masing-masing dari organisasi mahasiswa daerah seperti barongan, jaranan, tari-tarian tradisional, madihin dan banyak lagi.

“Indonesia punya banyak keberagaman budaya. Ini menjadi salah satu bentuk responsibility kita dalam menjaga kebudayaan,” tutur Ketua BEM Unair Galuh Teja Sakti.

Puncaknya, penampilan memukau Lobito Phawak, pemusik tradisional Indian dan band Letto menambah kemeriahan Festival Bineka Airlangga.


Penampilan band Letto pada acara Festival Bineka Airlangga di halaman ACC, Sabtu (17/11/2018) (Lailatul Fitriani/MERCUSUAR)

Acara ditutup dengan dilakukannya deklarasi budaya dan pelepasan balon oleh ketua acara Angga Puspo, Ketua Forsida Unang Setia, dan Ketua BEM Unair Galuh Teja Sakti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *