AJI Kecam Remisi untuk Dalang Pembunuhan Wartawan Radar Bali

ilustrasi pembunuhan karya Paul Cézanne (sumber: wikimedia commons)

Penulis: M. Faisal Javier Anwar

Editor: M. Faisal Javier Anwar

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mengecam sekaligus menuntut pencabutan remisi terhadap I Nyoman Susrama, dalang pembunuhan wartawan Radar Bali Anak Agung Gde Bagus Narendra Prabangsa. Pernyataan sikap ini ditegaskan oleh AJI Indonesia dalam siaran persnya pada Rabu (23/1) yang disebarkan melalui situs resmi AJI Indonesia.

AJI menganggap bahwa pemberian remisi terhadap Susrama selain melukai keadilan keadilan keluarga korban juga dilihat sebagai pesan yang kurang bersahabat bagi pers Indonesia. ” Tak diadilinya pelaku kekerasan terhadap jurnalis, termasuk juga memberikan keringanan hukuman bagi para pelakunya, akan menyuburkan iklim impunitas dan membuat para pelaku kekerasan tidak jera, dan itu bisa memicu kekerasan terus berlanjut,” tegas AJI dalam siaran persnya.

Selain itu, AJI Denpasar dalam siaran persnya pun menilai bahwa bahwa pemberian remisi terhadap Susrama merupakan langkah mundur dalam penegakan kemerdekaan pers di Indonesia. AJI Denpasar menyebut bahwa vonis hukuman seumur hidup terhadap Susrama pada tahun 2010 merupakan angin segar bagi kemerdekaan pers dan penuntasan kasus kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia, mengingat sulitnya pengungkapan kasus pembunuhan Prabangsa.

Dilansir dari CNN Indonesia, sebelumnya Jokowi memang memberikan remisi terhadap 115 narapidana yang divonis seumur hidup, salah satu diantaranya ialah Susrama. pemberian remisi tersebut disahkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 29 Tahun 2018 tentang Pemberian Remisi Berupa Perubahan Dari Pidana Penjara Seumur Hidup Menjadi Pidana Penjara Sementara. Pemberian remisi membuat hukuman para narapidana berubah menjadi 20 tahun penjara.

Susrama divonis hukuman penjara seumur hidup oleh Pengadilan Negeri Denpasar pada tahun 2010, usai terbukti menjadi dalang pembunuhan Prabangsa. Pembunuhan tersebut dilatarbelakangi pemberitaan Prabangsa di Radar Bali yang membongkar dugaan korupsi proyek-proyek Dinas Pendidikan Kabupaten Bangli. Dilansir dari Tirto.id, salah satu proyek yang disorot Prabangsa ialah proyek pembangunan taman kanak-kanak dan sekolah dasar internasional di Bangli, di mana Susrama saat itu bertindak sebagai pemimpin proyeknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *