Sidang MPM berjalan semakin tidak kondusif. Pukul 01.00 WIB, terdengar suara ledakan beruntun sebanyak tiga kali di sekitar Student Center. Kemudian pukul 01.03 WIB, ledakan keempat menyusul dan diduga berasal dari petasan yang sebelumnya terdengar. Pukul 01.09 WIB, sidang tidak berlanjut sebab Presidium 1 sementara, Maul, keluar sidang dan mendadak tidak dapat dihubungi.
Presidium 2, Valdi, juga meninggalkan ruangan sidang dan tidak membalas pesan. Kabarnya, para presidium menghilang lantaran memiliki urusan lain yang mendesak—tidak dijelaskan alasan pastinya. Dan pada pukul 01.20 WIB, kembali terdengar dua ledakan susulan, ditambah satu ledakan yang diduga berlokasi di belakang Gedung Kuliah Bersama.
Kericuhan Sidang dan Situasi Tidak Kondusif
Ketika Valdi selaku Presidium 2 kembali— tanpa Presidium 1 yang memunculkan pertanyaan oleh forum—salah seorang peserta sidang mendorong Presidium 2 untuk menggantikan Presidium 1. Namun, permintaan ini ditolak oleh Valdi dengan dalih tidak mempunyai kapasitas untuk memimpin sidang. Sementara Presidium 1 menghilang dengan alasan urusan mendesak yang tidak dijelaskan alasannya. Situasi ini mengantarkan persidangan kepada kericuhan yang kian menjadi. Kericuhan ini memakan waktu cukup lama. Bahkan, LPM Mercusuar diminta untuk menghapus video rekaman chaos dari persidangan.
Perkara Palu Persidangan
Salah satu peserta sidang mengusulkan agar Yusuf (FK), Presidium 1 terpilih, tetapi ditolak oleh forum karena belum disahkan. Situasi persidangan semakin panas lantaran forum menganggap sidang hanya berputar-putar tanpa ujung dan kejelasan. Valdi lantas mengetuk palu persidangan berulang-ulang untuk mengembalikan situasi agar kondusif. Namun, tindakan ini justru diartikan oleh salah satu peserta sidang bahwa Presidium 2 bersedia menggantikan Presidium 1.
Merasa tidak terima, Ajeng (FH) mendadak mengambil palu persidangan dan menyembunyikannya di jas almamater yang ia gunakan. Dan bukannya mereda, para peserta sidang justru berdiri dari kursi dan meneriaki satu sama lain. Padahal, sidang ini tengah dalam live streaming. Situasi sidang terus memanas dan tidak kondusif, hingga pada pukul 02.00 WIB, Presidium 2 mengancam akan walk out.
Pukul 02.16 WIB, Valdi selaku Presidium 2 mendapat telepon dari Prof. Hadi dan meminta agar sidang kembali dijeda. Prof. Hadi lantas meminta pembubaran secara kondusif. Pukul 02.20 WIB, forum meminta palu persidangan untuk dikembalikan, tetapi Ajeng menolak untuk meletakkan palu persidangan di meja. Ia hanya meletakkan tatakan palu di meja, sementara palu tetap ia bawa. Forum keberatan atas tindakan Ajeng. Lantas, karena diminta bubar secara kondusif, pukul 02.24 WIB, Ajeng diminta keluar bersama Valdi dengan alasan untuk keamanan, juga untuk mencegah anarkisme dari pihak yang menginginkan palu persidangan.
Situasi menjadi tidak pasti akibat instruksi pembubaran dan keinginan forum untuk melanjutkan sidang. Lantas, ada palu yang dibawa memasuki ruang sidang. Yusuf dari FK—yang mengetuk palu sidang baru pertama kali dan yang terpilih menjadi Presidium 1 tetap—meminta forum berhitung untuk memastikan bahwa forum masih memenuhi kuorum. Menurut keterangan, palu tersebut merupakan palu cadangan yang telah dipersiapkan mengingat kejadian sidang tahun lalu.
Forum meminta sidang dilanjutkan dengan mekanisme presidium cadangan. Presidium cadangan diambil berdasarkan peserta paling tua dan paling muda di antara peserta sidang. Diketahui, peserta sidang paling tua adalah Yusuf dari Psikologi. Sementara peserta sidang paling muda menolak untuk menjadi presidium dengan alasan khawatir akan keamanan dirinya di kemudian hari. Dengan mekanisme presidium cadangan, forum sepakat untuk melanjutkan sidang. Presidium 1 (presidium cadangan) diambil alih oleh Yusuf (Psikologi).
Transisi Presidium
Pukul 02.53 WIB, ada transisi Presidium 3 sementara, Bayhaqi, mengisi posisi Presidium 2 yang disepakati oleh forum. Kemudian, Viani mengajukan diri—saat proses mengajukan— sebagai presidium 3 dan disepakati. Pukul 03.05 WIB, kembali dilakukan perhitungan peserta sidang karena perhitungan sebelumnya belum selesai. Peserta sidang, Florence, menanyakan terkait keberlanjutan sidang yang tidak sesuai dengan arahan Prof. Hadi. Selepas itu, forum sepakat untuk menunggu keputusan Prof. Hadi mengenai boleh atau tidaknya melanjutkan sidang istimewa ini. Melalui perhitungan, diketahui sidang memenuhi kuorum dengan jumlah 31 peserta.
Pukul 03.18 WIB, sidang boleh dilanjutkan dengan catatan hanya sampai pemilihan Presidium 3 tetap. Dan seperti sebelum-sebelumnya, sidang berlangsung dengan order, voting, pelemahan dan penguatan, serta perhitungan peserta sidang untuk kembali memastikan bahwa sidang memenuhi kuorum. Disepakati bahwa Fadli dipilih sebagai Presidium 2 tetap. Pukul 03.50 WIB, Bayhaqi dipilih menjadi Presidium 3—dengan alasan yang bersangkutan sudah lelah dan calon pengajuan Presidium 3 hanya dirinya seorang. Sebagai pertimbangan, menuju akhir sidang, kesepakatan harus melalui tulis tangan dan disetujui seluruh anggota forum.
Adit mengajukan order bahwa pertimbangan atau konsiderasi harus disepakati oleh Presidium 1, 2, dan 3. Isi konsiderasi melampirkan kehadiran kuorum dengan tanda tangan semua peserta sidang. Sidang disepakati pending selama 1×5 menit untuk Presidium 1, Yusuf, melakukan sahur. Forum dibuka pada pukul 04.02 WIB. Adit melakukan order untuk pending 1×5 menit dan menyiapkan konsiderasi. Namun, ketika masih melakukan administrasi untuk konsiderasi, massa dari luar ruangan sidang mulai naik dan memicu keributan, bahkan memaksa masuk ke ruang sidang.
Tanpa sempat melakukan konsiderasi dan tanda tangan tertulis, massa berhasil masuk dan seluruh peserta sidang terpaksa bubar sekitar pukul 04.11 WIB.