Kedua paslon bersiap sebelum pemaparan visi-misi dan program unggulan pada hari pertama Safari Kampus di Ruang 303 Fakultas Hukum, Rabu (13/3). Fakultas Hukum merupakan fakultas ketiga yang dikunjungi oleh kedua paslon dalam Safari Kampus. (MERCUSUAR/Faisal)
Reporter: M. Faisal Javier Anwar
Editor: M. Faisal Javier Anwar
Safari Kampus hari pertama berakhir di Fakultas Hukum (FH) pada Rabu (13/3) sore. Salah satu program unggulan paslon nomor urut 2 Agung-Aji terkait advokasi pembentukan Mahkamah Mahasiswa pun mendapat tanggapan dari salah satu mahasiswa FH terkait peran yudisial yang diemban Mahkamah Mahasiswa.
Program advokasi pembentukan Mahkamah Mahasiswa merupakan program unggulan ranah pergerakan yang menurut Agung merupakan pengejewantahan dari asas trias politica. “Bagaimana pemerintahan bisa stabil, bisa seimbang dengan adanya tiga elemen yaitu eksekutif, yudikatif, dan legislatif. Kita sudah memiliki dua elemen, yaitu eksekutif dan legislatif. Tapi untuk memberikan keseimbangan, diperlukan adanya elemen ketiga, yakni yudikatif,” papar Agung.
Program unggulan tersebut pun mendapat tanggapan dari Muhammad Geraldi Anandra, mahasiswa Fakultas Hukum angkatan 2018. “Karena kami (mahasiswa Hukum) juga mengkajinya (institusi yudisial), saya berharap Mas dapat mengkaji grand design-nya yang konkret dan juga jangan terfokus pada pembentukannya, tapi juga tupoksinya,” ujarnya.
Agung yang mendapat kesempatan merespon pun meminta dukungan dari mahasiswa FH, dan ia berjanji untuk berkolaborasi dengan mahasiswa FH terkait pembentukan Mahkamah Mahasiswa.
“Kita berangkat dari sebuah kegelisahan bahwasanya ada beberapa permasalahan, sehingga menurut kami perlu dibentuk Mahkamah Mahasiswa, dan di beberapa kampus lain telah dibentuk juga Mahkamah Mahasiswa. Makanya kita bisa kolaborasi secara kelembagaan atau person to person, dan nanti grand design-nya nanti didiskusikan dengan teman-teman semua,” janji Agung.
Geraldi yang ditemui setelah acara selesai mengatakan pada dasarnya ia mendukung program paslon Agung-Aji terkait advokasi pembentukan Mahkamah Mahasiswa. Namun, ia menekankan bahwa program tersebut pun kembali ke niat dan kewenangan Ketua BEM terpilih nantinya “Karena untuk menampung dan menyelesaikan perkara, dan jika itu dibentuk dan dirasa perlu, saya akan sangat mendukung sekali,” tuturnya.
Selain tanggapan soal Mahkamah Mahasiswa, dua pertanyaan lainnya yang diajukan dalam sesi tanya jawab lebih ditujukan untuk menguji pengetahuan paslon nomor 2 terkait ormawa yang ada di FH, dan kepekaan kedua paslon terhadap isu kekerasan seksual yang merebak akhir-akhir ini.
Safari Kampus yang berlangsung di Ruang 303 Gedung A FH tersebut dihadiri oleh 34 orang mahasiswa FH berdasarkan rekap absen PPK. Namun, banyak dari mereka yang justru baru hadir ketika acara menjelang selesai.