Sumber gambar: dokumentasi pameran Etika Kepribadian
Ada yang sedikit berbeda dari pelaksanaan UTS mahasiswa prodi Antropologi kali ini. Pada Jumat lalu (20/10) tepatnya di mata kuliah Etika Kepribadian, tidak hanya ujian soal seperti biasanya yang harus dikerjakan mahasiswa, namun Dr. Pinky Saptandari, Dra., M.A. selaku dosen pengampu, mengajak mahasiswa berpartisipasi dalam proyek berupa pameran dan pertunjukan mengenai kampanye kampus damai dari berbagai bentuk kekerasan dan konflik politik kepentingan. Proyek ini mengangkat tema “Berkepribadian dalam Kebudayaan Indonesia”. Bu Pinky menjelaskan bahwa proyek dan tema ini dipilih karena keberagaman latar belakang manusia yang memiliki kultur masing-masing. Seperti di FISIP, ada berbagai macam metode, pelajaran, hingga kuliah lapangan, yang berarti ilmu tidak hanya dengan berteori namun juga harus selaras dengan prakteknya.
“Etika Kepribadian ini konsepnya dari teori ke terapan. Pameran, memproduksi karya, berupa poster untuk kampanye kampus damai ini seperti mengingatkan kita semua untuk membangun negeri ini dengan damai, dimulai dari kampus dan mari kita mengembangkan berkepribadian dalam kebudayaan dengan berkebaya, nyinden dan sebagainya, untuk mengingatkan bahwa kita adalah bangsa yang kaya dan hebat jangan tergerus dengan budaya luar”, terang Bu Pinky.
Acara ini dibuka sejak pukul 09.00-11.00 WIB di depan Museum Etnografi, Kampus B, Universitas Airlangga. Ada beberapa alasan yang menjadikan Museum Etnografi terpilih sebagai tempat terselenggaranya proyek pameran dan pertunjukan tersebut. Museum Etnografi atau museum kematian ini terletak di perlintasan yang sering dilalui mahasiswa. Dekat dengan FISIP, FIB, Fakultas Psikologi dan Gedung Pelangi, sehingga memudahkan untuk menggaet minat mahasiswa untuk melihat dan mudah dijangkau. Selain itu, Museum Etnografi yang merupakan salah satu ikon Universitas Airlangga, yang kini mulai nyaris terlupakan. Pelaksanaan projek kampanye kampus damai di depan museum digunakan untuk mengingat atau remembering, bahwa Universitas Airlangga memiliki museum yang hebat. Tidak hanya itu, tujuan lainnya adalah untuk mengingatkan bahwa manusia pada akhirnya akan kembali kepada kematian.
Tidak hanya mahasiswa Antropologi mata kuliah Etika Kepribadian yang turut berpartisipasi. Bu Pinky mengajak Dani, salah satu alumni S2 Kebijakan Publik 2020, Universitas Airlangga yang merupakan penyandang disabilitas. Dani membagikan pengalamannya selama kuliah dan bagaimana ia mendapatkan beasiswa S2 di UNAIR. Tidak hanya itu, ia juga menjelaskan pengalamannya menggunakan laptop untuk tunanetra. Ia bahkan ikut mengisi acara dengan menyanyikan 3 buah lagu dan diiringi dari alunan gitar yang ia mainkan, “Saya tidak takut dipandang aneh, saya tetap akan berjalan di jalan saya”, ujar Dani.
Ini merupakan tahun kedua Bu Pinky mengadakan proyek seperti ini di depan Museum Etnografi. Dengan tema yang sama, pada mata kuliah Antropologi Gender dan Seksualitas juga telah melaksanakan proyek serupa pada Rabu (18/10) lalu. “Teruslah belajar, teruslah mengembangkan toleransi, kebhinekaan adalah milik kita dan tugas kita untuk menjaga serta mengembangkan sampai kapanpun”, pesan Bu Pinky untuk mahasiswa generasi muda Indonesia.
Penulis: Putri Endriana
Editor: Sri Dwi Aprilia