Sumber Gambar: Divisi Dokumentasi Sinestesia
Rabu (01/11) BEM FIB melanjutkan rangkaian kegiatan Sinestesia yang memasuki hari ketiga. Sinestesia menghadirkan kolaborasi tiga agenda, yaitu Intellectual Festival, Lokakarya, dan Biblio Valley. Acara ini diselenggarakan dengan melibatkan kerjasama 3 kementerian BEM FIB, Kementerian Kajian Aksi dan Isu Strategis (Kastrat), Kementerian Akademik dan Prestasi (Akpres), dan Kementerian Seni dan Budaya (Senbud). Rangkaian program ini bertujuan untuk memberikan wawasan literasi dan kesenian kepada mahasiswa, khususnya di lingkungan Universitas Airlangga agar lebih peka dan kritis terhadap isu-isu yang sedang hangat diperbincangkan.
Diskusi yang dilakukan pada hari ketiga mengangkat tema kecerdasan buatan (AI) dan memantik isu perkembangan AI yang mulai digunakan sebagai sarana menulis, dalam hal ini kepenulisan sastra. Pada dasarnya meskipun Artificial Intelligence telah menjadi primadona dan terus dikembangkan, AI tetap tidak mampu menjangkau ranah kreativitas murni seorang manusia, khususnya dalam kesusastraan. Berlangsungnya diskusi berlokasi di tempat yang sama dengan penyelenggaraan bazar buku, tentunya secara tidak langsung sebagai upaya untuk mendekatkan minat baca dengan aktivitas diskusi.
Hingga penghujung hari ketiga berlangsungnya acara, jumlah pengunjung total mencapai hampir seribu orang. Mahasiswa yang berkunjung-pun datang dari berbagai fakultas. Hal ini menunjukkan gairah dan antusiasme yang tinggi terhadap kegiatan Sinestesia.
“Kalau dari aku sendiri yang berkesan adalah antusias yang tinggi dari pengunjung dan sampai di angka 400,” ungkap Al sebagai salah satu panitia penyelenggara yang menunjukkan ekspresi bahagianya.
Salah satu pengunjung juga mengungkapkan antusiasnya, “Aku seneng banget sih, soalnya banyak banget genre buku, jadi kita bisa milih yang kita suka,” tutur Antisa mahasiswa FIB yang baru mengunjungi Bazar pertama kali di hari ketiga ini.
Berdasarkan penuturan Antisa sendiri, memang keberadaan bazar dari Sinestesia ini terbilang menarik. Koleksi buku yang disediakan meliputi berbagai jenis dengan harga yang cukup ramah di kantong mahasiswa. Buku-buku yang dipamerkan berkisar dari Rp20.000 sampai Rp300.000. Kategori buku yang disediakan mulai dari fiksi, non-fiksi, religi, politik, dan masih banyak lagi.
Perlu diketahui bahwa kegiatan bazar buku seperti ini merupakan acara pertama yang berhasil diselenggarakan di Universitas Airlangga. Dengan ini, rangkaian acara Sinestesia diharapkan mampu mewujudkan tujuannya untuk memberi pengalaman menarik mengenai literasi, diskusi publik, dan estetika kesenian pada waktu bersamaan. Rangkaian kegiatan acara ini masih akan berlangsung selama dua hari kedepan hingga penghujung rangkaian acara yang akan ditutup pada hari Jumat (3/11) esok.
Penulis: Amanina Rasyi Wiyani (Staf Magang)
Editor: Ghina Salsabila