Dewasa ini, Kuliah Kerja Nyata atau sering disebut dengan KKN sedang dipertanyakan urgensinya. Beberapa netizen di Twitter sedang memperdebatkan penting atau tidaknya dari pengadaan KKN tersebut. Apalagi baru-baru ini, salah satu netizen di Twitter mengunggah sebuah opini jika di Universitas Indonesia (UI) tidak ada KKN yang berarti mahasiswa tidak bisa bersosialisasi dengan masyarakat. Apakah hal ini berpengaruh pada karakter yang terbentuk oleh mahasiswa tersebut?

Latar belakang dari KKN sendiri membantu para mahasiswa membentuk kepedulian terhadap masyarakat. Sebagai mahasiswa harus mampu mempraktikkan, menerapkan, dan mengamalkan potensi ilmu yang dimiliki pada waktu bersamaan yang dapat dikembangkan untuk membantu masyarakat dalam memecahkan masalah sosial. Tidak hanya itu, mahasiswa juga dapat merasakan kenyataan-kenyataan yang dialami oleh masyarakat luas. Dengan begitu, mahasiswa diharapkan memperoleh rasa kepekaan sosial serta tanggung jawab yang tinggi untuk melaksanakan tugas pengabdian kepada masyarakat. Namun, lagi-lagi sebagian mahasiswa banyak yang menyepelekan KKN dan berakhir dengan teguran berupa sanksi sosial di beberapa platform sosial media, termasuk Twitter. 

Berbeda dengan di UI yang tidak diadakannya KKN, baru-baru ini di sosial media Twitter terdapat unggahan video yang protes mengenai fasilitas desa yang kurang memadai dan berujung diusir oleh warga setempat dari desa tersebut. Ditambah lagi, lokasi mereka KKN berada di kawasan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Sumatera Barat sangat mengenal pepatah “Dima Bumi Dipijak, Di situ Langik Dijunjuang”. Hal ini pun banyak menuai kritik dari netizen di Twitter, salah satunya ialah ketika mahasiswa telah diberikan izin tempat untuk melaksanakan kegiatan wajib tersebut sudah seharusnya bertingkah laku sopan dan patuh terhadap adat istiadat yang berlaku. 

Walaupun berbagai isu KKN sedang menyerang, dalam pelaksanaannya KKN terus dilakukan dengan mengirimkan mahasiswa yang dibagi atas beberapa kelompok ke daerah sekitar atau luar provinsi kampus. Kegiatan dilaksanakan selama 40 hari, mahasiswa akan tinggal di rumah penduduk. Pra pelaksanaan KKN direncanakan beragam program kegiatan yang amat berkaitan dengan kondisi dan situasi di daerah pelaksanaan. Maka dari itu, sebelum melakukan kegiatan KKN harus melakukan survei lokasi setempat agar dapat menyesuaikan dengan masalah yang sedang dihadapi oleh daerah tersebut. Namun, bukan hanya pengabdian masyarakat atau kegiatan sosial melainkan juga penelitian tentang persoalan di tempat tersebut. Evlerinize gelen escortlar istanbul beylikdüzü escort internet sitesinde.

Dapat dilihat dari program kerja selama KKN sangat bermanfaat seperti adanya bakti sosial, pembukaan layanan kesehatan, perbaikan infrastruktur serta kegiatan yang menunjang bidang pendidikan dan agama. Meskipun begitu, tidak sedikit hasil dari KKN yang akhirnya belum terlalu memberikan sumbangsih. Misalnya pembukaan layanan kesehatan selama KKN tentu dapat dimanfaatkan dan memberikan kesempatan warga berobat gratis dan nyaman. Sayangnya selepas kegiatan KKN, tidak ada inisiatif dari pemerintah atau swadaya masyarakat untuk melanjutkan kegiatan itu. Pada akhirnya KKN hanya menjadi sebuah laporan.

Menanggapi hal ini, kegiatan KKN harus dijadikan hal yang menyenangkan, bukan menjadi salah satu momok syarat kelulusan bagi para mahasiswa akhir. Terlebih lagi dijadikan beban, agar tujuan KKN yang seharusnya bernilai positif dapat diresapi oleh para mahasiswa yang melakukannya.

Penulis: Myesha Fatina Rachman

Editor: Sri Dwi Aprilia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *