sumber foto : tangkapan layar instagram @mpmunairsumber foto : tangkapan layar instagram @mpmunair

Menanggapi pernyataan Prof. Dr. Hadi Shubhan bahwa sidang MPM telah melewati tenggat waktu, pihak MPM telah memberikan klarifikasi lebih lanjut. Prof. Dr. Hadi Shubhan selaku Direktur Kemahasiswaan, sebelumnya mengisyaratkan Sidang Pemilihan Ketua BEM UNAIR 2023 telah berakhir berdasarkan SK yang tertulis masa jabatan MPM UNAIR 2022 hanya sampai 10 April 2022. Hadi juga menyatakan jika kelanjutan sidang akan diproses oleh kepengurusan MPM yang baru. Namun, pihak MPM UNAIR 2022 mengungkapkan jika sidang tersebut dapat dilanjutkan dengan kesepakatan bersama seluruh anggota MPM.

Sesaat setelah sidang dibubarkan oleh Presidium yang diikuti oleh seluruh peserta sidang yang disusul dengan keterangan dari Moch. Zacky Zoehdi, M.A selaku Kepala Sub Direktorat Program, Agsi Jihad Sakti selaku Sekretaris Jenderal MPM menuturkan kejadian yang berlangsung setelahnya.

“Kemarin waktu malam Prof. Hadi belum bisa dihubungi, akhirnya langsung menghubungi Pak Zaki. Akhirnya Pak Zaki langsung naik dan masuk ke dalam. Pak Zaki menuturkan kalau kita disuruh menghadap Pak Hadi bertiga. Ketua MPM, Sekjen, dan Ketua PPK”,  tutur Sakti.

Sakti juga menyebutkan bahwa Irkham Ulumuddin selaku Ketua MPM juga telah dihubungi oleh Hadi Shubhan. Keterangan yang sama juga dituturkan oleh Yosias selaku Ketua PPK dalam wawancaranya yang mengatakan bahwa Ketua MPM, Ketua PPK, dan Sekjen MPM dipanggil untuk menghadap Hadi Shubhan. 

Ketua PPK 2023, Yosias Christian Pandy menerangkan jika Hadi Shubhan juga menghubungi Ketua DLM UNAIR.

“Selanjutnya, Alfi selaku Ketua DLM menelepon Pak Hadi dan menyambungkannya ke mikrofon, sehingga seluruh forum dapat mendengarkan. Setelah itu Alfi menyerahkan telepon itu ke aku, karena urusan teknis penyelenggaraan persidangan harus melalui Ketua PPK. Saat itu, Pak Hadi mengarahkan untuk Ketua MPM, Ketua PPK, dan Sekjend MPM untuk bertemu dengan beliau pada Selasa (11/4) pukul 8 pagi”, terang Yosias

Yosias juga menjelaskan jika Irkham selaku Ketua MPM UNAIR 2022 tak muncul hingga pembicaraan dengan Hadi Shubhan berakhir.

“Di kampus, aku ketemu Sakti sekitar jam 10 pagi dengan kondisi belum ada Mas Irkham. Saat itu kami belum boleh masuk sampai Mas Irkham datang, tapi setelah menunggu sekitar setengah hingga satu jam, Mas Irkham tidak datang dan kami dipersilahkan masuk oleh Pak Hadi. Di dalam ruangan yang berisi Pak Hadi, Pak Zaki, Sakti, dan aku. Kami menyampaikan keinginan teman-teman untuk melanjutkan sidang karena pembubaran sidang yang tidak jelas”, tambahnya.

Dirinya juga menuturkan kepada Hadi Subhan bahwa sidang tersebut memiliki beberapa kendala, seperti bertepatan dengan Hari Paskah, kendala cuaca, dan dinamika forum yang berjalan alot, seperti palu sidang beserta Presidium 1 dan Presidium 2 yang menghilang. 

“Pak Hadi menuturkan bahwa sidang dapat dilanjutkan dengan tanda kutip perlu persetujuan teman-teman MPM dengan tenggat waktu hingga 16 April dengan kesepakatan sidang dapat dilanjutkan atau tidak. Jika iya, sidang dapat dilanjutkan pasca tanggal 16. Kemudian, di sore harinya diadakan forum dengan rekan-rekan MPM perihal keberlanjutan sidang, ” tutur Yosias

Anggota MPM pun mempertanyakan keberadaan Ketua MPM yang seharusnya memimpin forum tersebut. Akibat hal ini, pertama-tama disepakati oleh peserta forum untuk menghubungi Ketua MPM terlebih dahulu. Hasilnya, Ketua MPM tidak dapat dihubungi baik melalui WhatsApp dan DM Instagram, bahkan Sakti dan Yosias sempat berupaya untuk menemui Irkham ke kediamannya, tetapi hasilnya nihil.

Selanjutnya, anggota MPM kembali menggelar forum pada (14/4) berkaitan dengan kelanjutan sidang pemilihan Ketua BEM apakah dilanjutkan atau tidak. Hasilnya, semua anggota forum tersebut sepakat untuk dilanjutkan, tetapi karena peserta forum hanya berjumlah 25 orang. Maka, Yosias selaku Ketua PPK memberikan pertimbangan untuk diadakan voting di grup MPM. Hasilnya, 23 orang menyatakan untuk sidangnya lanjut, 7 orang menyatakan tidak, dan sisanya abstain.

“Hasil voting ini akan disampaikan ke Pak Hadi, jadi besok kita sampaikan ke Pak Hadi bahwasannya teman-teman MPM berdasarkan hasil forum bersedia untuk sidang ini dilanjutkan. Rencananya kami nanti akan bertemu dengan Pak Hadi atau via chat kontak untuk menyatakan bahwa teman-teman MPM bersepakat untuk sidangnya dilanjutkan. Nah, dari Ditmawa langkahnya seperti apa. Apakah akan diberikan tenggat waktu sidang atau diberikan SK turunan untuk memperpanjang juga seperti apa, meminta lebih jelasnya”, pungkas Yosias.

Penulis: Tim Lipsus Mercusuar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *