Pada Kamis (23/2) diadakan konser 1001 malam yang bertajuk “Gus Ning Goes to Campus” di Airlangga Convention Center Kampus C Universitas Airlangga.  Dilansir dari jawapos.com, sebelum diselenggarakan di Universitas Airlangga, konser juga diadakan di beberapa kampus seperti Universitas Negeri Surabaya dan UIN Sunan Ampel Surabaya dalam rangka merayakan satu abad berdirinya Nahdlatul Ulama. Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus PWNU Jawa Timur.

Konser dihadiri oleh lebih dari 2000 peserta dari mahasiswa Universitas Airlangga dan umum. Namun untuk perguruan tinggi negeri seperti Unair, pengadaan konser ini malam menjadi isu hangat di kalangan mahasiswa. Segelintir pertanyaan seperti “Apa urgensinya?” atau “Mengapa harus di Unair? Padahal Unair bukan kampus berbasis Islam”, “Apakah hal ini berhubungan dengan pesta politik tahun 2024?”.

Perbincangan tersebut beredar sejak pihak kampus mengadakan ketentuan pada mahasiswa Unair untuk ikut dalam kegiatan tersebut dengan mengirim perwakilan 10 anak di setiap kelas PDB dengan bonus mendapat SKP.

LPM Mercusuar pada Sabtu (25/2) melakukan wawancara pada Direktur Kemahasiswaan Universitas Airlangga, Hadi Subhan. Hadi Subhan menjelaskan dalam wawancara tersebut bahwa konser ini diadakan oleh Nahdlatul Ulama dan pihak kampus hanya menjadi penyedia sarana dan prasarana. Hadi juga meluruskan kabar burung yang beredar tentang mewajibkan mahasiswa untuk ikut dengan mengirimkan 10 mahasiswa per kelas dan menyatakan bahwa kegiatan ini tidak bersifat wajib sebab tidak akan ada sanksi bila tidak mengikutinya.

Pihak kampus menyediakan google form yang bisa diisi sebelum acara dimulai dan banyaknya mahasiswa yang mengisi formular tersebut menjadi bukti dari antusiasme mahasiswa itu sendiri. Hadi juga mengatakan bahwa ini adalah bentuk kerja sama biasa antara pihak universitas dengan NU.

“Seperti kerja sama biasa antara UNAIR dengan instansi-instansi maupun ormas-ormas yang lain, seperti BUMN Goes To Campus atau kuliah umum pencegahan korupsi yang diselenggarakan oleh KPK pada bulan September 2022 yang lalu. Unair juga terbuka untuk bekerja sama dengan pihak-pihak lain asalkan bukan yang dilarang oleh negara seperti yang berbau radikalisme atau komunisme”, terangnya.

Penulis: Sri Dwi Aprilia

Editor: Reno Eza, Mutiara RJ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *