Penunjuk jalan yang dibuat oleh Kelompok KKN 216. Dok. Dhita (Kelompok KKN 216 )
Kelompok KKN 216 usung proker yang mengimplementasikan aspek dari Tri-Dharma perguruan tinggi, pengembangan serta pengabdian terhadap masyarakat.
Kelompok yang diketuai oleh Prayogi Setyo Darminto lebih berfokus pada aspek pengembangan pariwisata yang ada di Desa Ngrejo, Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung.
Menurut kelompok tersebut, terdapat konsiderasi untuk mengembangkan pariwisata yang ada seperti berlimpah sumber daya alam sebagai penunjang. Akan tetapi tidak mendapatkan atensi oleh masyarakat luar karena faktor topografi maupun ekonomi.
“Pada saat kami berkunjung ke Desa Ngrejo dan bertemu dengan Kepala Desa, Beliau menyoroti terkait potensi dari desa tersebut yang belum mendapatkan banyak atensi dari banyak pihak, yakni Pantai Sioro,” terang Dhita, salah satu anggota Kelompok 216 via Whatsapp, Kamis (27/01/2022).
Dengan waktu kurang lebih 3 minggu, kelompok ini mengusung satu program kerja “Blusak-blusuk Menakjubkan”. Orientasi proker ini selain membantu mengembangkan kepariwisataan juga untuk memelihara lingkungan pantai.

“Kami melakukan pemberdayaan wisata Pantai Sioro dengan membuat papan petunjuk jalan, membersihkan pantai dengan warga lokal,” ujarnya.
Tidak hanya terpaku pada aspek pariwisata saja, Kelompok 216 memiliki pemahaman banyak pihak yang ada di desa tersebut bermain peran. Berlandaskan hal tersebut, mereka juga mengikutsertakan pihak lain dalam menyukseskan pariwisata tersebut.
“Pemberdayaan masyarakat, melakukan advokasi dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Tulungagung, serta berkolaborasi dengan berbagai media lokal dan media dari kampus untuk mempromosikan pariwisata Pantai Sioro,” papar Mahasiswi Fisip tersebut.
Dhita juga mengatakan, salah satu titik lemah dari Pariwisata Pantai Sioro adalah penunjuk jalan yang kondisinya tidak layak fungsi. Sehingga banyak masyarakat yang tidak mengetahui keberadaan dari pantai tersebut.
“Kelompok kami melakukan perbaikan serta penambahan unit pada papan penunjuk jalan yang menuju ke Pantai Sioro, karena papan jalan yang telah ada sebelumnya kami nilai sudah tidak berfungsi dengan baik sebagai penunjuk arah menuju pantai,” jelasnya.
Desa Ngrejo ini menurut kelompok 216 bagaikan bongkahan berlian di atas puncak. Tidak seperti kebanyakan pantai di daerah lainnya, Pantai Sioro justru terletak di dataran tinggi
“Masih banyak masyarakat luar tulungagung, terutama wisatawan yang kesulitan untuk mencapai akses dari desa tersebut, dikarenakan wilayah Desa Ngrejo ada di dataran tinggi dengan akses jalan yang cukup susah,” ungkap Dhita.
“Kelompok kami juga melakukan upaya advokasi dengan berdialog langsung dengan Bambang Ernawan, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung,” lanjutnya.
Dengan adanya pengembangan dari segi pariwisata, kelompok 216 berpikiran jika sektor lain seperti ekonomi akan terkena imbas positif. Dengan meningkatnya pemasukan daerah, dapat digunakan untuk pengembangan desa dan kesejahteraan warga Desa Ngrejo.
Dhita juga mengatakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung berterima kasih atas upaya yang dilakukan oleh Kelompok 216 dalam mempromosikan Pantai Sioro
“Hal ini juga bertujuan untuk mengangkat sektor-sektor lain, seperti sektor ekonomi bagi warga lokal,” tegas Dhita menerangkan kembali.
Kelompok KKN 216 ini terdiri dari 10 orang anggota ini berasal dari tiga fakultas yang berbeda, seperti FPK, FISIP, dan FEB.
Penulis : Ehren Dean Mahanaim Damanik
Editor : Tata Ferliana
