Kementerian Pengembangan Desa Mitra Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kabinet Dekat telah melaksanakan salah satu program kerja pengembangan potensi desa binaan. Program kerja ini diaktualisasikan dalam kegiatan Airlangga Dekat Masyarakat Surabaya (AKSARA).

Fokus kegiatan yang berlangsung mulai 23-28 Maret itu meliputi kegiatan pemberdayaan perempuan dan Eco Green atau peduli lingkungan dengan menunjuk Desa Sidotopo sebagai lokasi strategis.

Alasan dipilihnya Sidotopo sebagai desa binaan Kementerian PDM BEM Unair, disebut Valling Valentin sebagai Ketua Sie kegiatan, lantaran tingkat ekonomi masyarakat setempat masih tergolong rendah dengan kondisi lingkungan yang belum tertata dengan baik.

“Pemberdayaan perempuan yang kita lakukan ini memfokuskan bagaimana agar ibu-ibu yang ada di daerah Sidotopo itu memiliki pekerjaan sampingan untuk mendapatkan penghasilan tambahan, karena di daerah Sidotopo sendiri masyarakatnya masih memiliki tingkat ekonomi menengah ke bawah,” jelas Valling.

“Lingkungan di desa tersebut juga masih kumuh,” tambahnya.

Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan meliputi proses pembuatan bakpau singkong dan susu sari kedelai, seminar pemberdayaan perempuan, bersih lingkungan, vertical garden, dan penanaman tanaman hias.

Kegiatan yang dilakukan Kementerian PDM BEM Unair disambut baik oleh warga setempat, khususnya RW 12 Desa Sidotopo. Warga sekitar pun turut merencanakan program kegiatan bersama panitia pelaksana.

“Dari awal ketika kami melakukan survei tempat desa binaan dan merencanakan program kegiatan, masyarakat setempat khususnya perangkat desa RW12 turut serta membantu kami. Jadi bukan kami saja yang merencanakan program kegiatan tersebut,” tutur Valling.

Konsep kegiatan AKSARA tidak serta merta disusun begitu saja, namun Valling mengatakan menyesuaikan pula dengan kondisi masyarakat setempat, sehingga harapan dari kegiatan yang dilakukan dapat berguna dan membawa dampak baik bagi warga Sidotopo.

Untuk diketahui, rangkaian kegiatan dalam event AKSARA akan berlanjut hingga Agustus 2021 mendatang dengan tetap melaksanakan monitoring dan evalusi di setiap bulannya.

“Kegiatan ini masih akan terus berlangsung hingga closing pada bulan Agustus nanti. Namun memang untuk pelaksanaan programnya sudah kita mulai dari tanggal 23-28 Maret kemarin,” jelasnya.

“Dan nantinya kita akan melakukan monitoring ke Sidotopo pada setiap bulannya, dengan harapan kegiatan dan pelatihan yang telah dilakukan kemarin dapat dikembangkan oleh masyarakat setempat,” imbuh Valling.

Menurut Valling, kesuksesan program kerja kementerian PDM melalui kegiatan AKSARA disebut mencapai angka 80%, karena hasil kegiatan sementara yang telah dilakukan oleh panitia bersama masyarakat Sidotopo sesuai dengan rencana dan target panitia kegiatan.

“Karena masih ada closing kegiatan di bulan Agustus nanti, kami belum bisa mengatakan kegiatan ini tuntas 100%, namun melihat kegiatan yang dimulai dari tanggal 23 hingga 28 Maret kemarin, sudah 80% sesuai ekspektasi,” tukas Valling.

Valling juga menyebut hampir tidak ada hambatan selama kegiatan berlangsung, hal itu lantaran warga Sidotopo menyambut hangat kedatangan panitia dan turut berpartisipasi di setiap kegiatan yang diselenggarakan.

“Mulai dari anak kecil hingga orang dewasa turut berkontribusi di setiap kegiatan yang kami laksanakan,” pungkasnya. 



Penulis: Intan Maulina Jasmin
Editor: Risma D.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *