
Sumber: flightradar24.com
Pesawat intai maritim TNI AU terpantau berputar-putar di langit Jakarta saat demonstrasi pada Jumat, (29/08). Pesawat intai maritim berjenis Boeing 737-200 Surveiller (2X9) dengan nomor registrasi AI-7303 terbang dari Bandara Batam menuju Bandara Halim Perdanakusuma. Pesawat ini terbang sekitar pukul 13:01 WIB dan mendarat pukul 15:47 WIB. Sebelum mendarat pesawat mengitari langit Jakarta selama beberapa menit. Kemudian, pesawat terdeteksi terbang kembali pada pukul 16:59 WIB mengelilingi Jakarta dan mendarat pada pukul 17:39 WIB. Hingga kini, belum ada penjelasan resmi mengenai tujuan pesawat yang melintas berulang di langit Jakarta.
Pesawat ini merupakan salah satu armada yang dimiliki skadron 5 Lanud Sultan Hasanudin dengan julukan Camar Emas. Dari data yang ada, TNI-AU saat ini mengoperasikan pesawat sejenis sebanyak 3 unit dengan registrasi AI-7301, AI-7302, dan AI-7303. Pesawat dipesan pada tahun 1981 dengan dikirim secara bertahap dari tahun 1982-1983 hingga saat ini telah berumur 42-43 tahun.
Mengutip dari situs resmi TNI AU (tni-au.mil.id) pada operasi militer, pesawat ini memiliki fungsi pengintaian dan pengamatan dari udara. Informasi yang terkumpul akan dianalisis dan menjadi bahan pertimbangan pimpinan dalam menentukan kebijakan. Sedangkan, saat situasi damai armada tersebut bertugas menjaga keamanan perairan melalui pengamatan udara. Pengawasan ini mencakup patroli laut untuk mencegah pelanggaran maritim di wilayah Indonesia. Selain keamanan, pesawat ini dapat digunakan dalam membantu misi pencarian dan penyelamatan.
Dalam mendukung misinya, Camar Emas dilengkapi beberapa perangkat elektronik. Melansir dari indomiliter.com pesawat dilengkapi kamera resolusi tinggi WESCAM MX-20HD yang terpasang pada bagian bawah. Kamera tersebut berfungsi untuk misi pengawasan dan pengintaian dengan jarak 35.000 kaki atau setara dengan 10,6 km dalam waktu 24 jam nonstop dengan wide angle zoom. Lalu, kamera juga memiliki laser rangefinder untuk pemindaian objek jarak jauh dengan jarak efektif 30 km serta resolusi jarak 2-5 meter.
Selain itu, pesawat 737-200 Surveiller (2X9) dibekali airborne radar Motorola SLAMMR (Side Looking Airborne Modular Multi Mission Radar). Antena pada radar memiliki panjang 4,87 meter yang terletak dekat ekor pesawat. Radar mampu mendeteksi kapal sejauh 185 km saat terbang pada ketinggian 9.150 meter dari permukaan laut. Selain berguna dalam misi pengintaian, radar ini dapat berfungsi untuk misi penyelamatan.
Sebelumnya, saat aksi demonstrasi UU Cipta Kerja pada Selasa, (13/10/2020) pesawat jenis yang sama dengan registrasi AI-7301 juga pernah melakukan tindakan serupa. Pesawat lepas landas dari Halim Perdanakusuma pada waktu siang menjelang sore, terbang rendah dengan melakukan beberapa kali manuver di pusat kota Jakarta. Melihat kemampuan yang dimiliki: apa sebenarnya tujuan pesawat tersebut melakukan patroli udara saat demonstrasi berlangsung?
Penulis: Tim Redaksi LPM Mercusuar
Editor: Tim Editor LPM Mercusuar