Sumber Gambar: Tim Liputan LPM Mercusuar

Sidang Istimewa Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua BEM Universitas Airlangga 2024 memasuki hari kedua, Minggu (10/3) yang bertempat di di Aula Lantai 3 Gedung Student Center, Kampus C, UNAIR. Agenda kali ini adalah sidang pleno 2 menentukan presidium tetap, dilanjutkan sidang pleno 3 musyawarah Ketua dan Wakil Ketua BEM UNAIR 2024, dan diakhiri sidang pleno 4 musyawarah perhitungan hasil dan penentuan ketua wakil ketua 2024. Tak jauh berbeda dengan sidang pertama, sidang kali ini juga diikuti oleh banyaknya perdebatan yang membuat jalannya sidang memakan waktu sampai pagi hari. 

Seperti yang sudah disepakati sebelumnya, rencananya sidang hari kedua akan dimulai pukul 15.00 WIB. Namun, jumlah peserta sidang saat itu masih belum memenuhi persyaratan hingga sidang akhirnya baru dimulai pukul 16.10 WIB. Sidang dimulai dengan 35 orang peserta, tapi tidak lengkap karena presidium 2 belum hadir. Sidang harus ditunggu 1×30 menit hingga pukul 17.06 WIB dan sidang dimulai kembali pukul 17.14 WIB. 

Sidang dimulai kembali dengan membahas ketentuan kriteria presidium tetap. Mekanisme yang kemudian disepakati untuk menunjukkan presidium tetap dengan penunjukan secara langsung. Hal ini bertujuan agar waktu lebih efisien dan efektif dalam jalannya sidang. Musyawarah dilanjutkan menentukan siapa kandidat nama-nama dari peserta yang dirasa cocok untuk menjadi presidium. Kemudian diusulkan beberapa nama untuk calon masing-masing presidium. Namun, yang terjadi selanjutnya musyawarah pemilihan pemimpin sidang melewati batas waktu, salah satu penyebabnya adalah waktu yang tidak diakomodir oleh presidium. 

Waktu berjalan semakin larut dan sidang masih disibukkan dengan penguatan dan pelemahan calon presidium. Beberapa kali sampai dilakukan lobby oleh peserta yang merasa tidak setuju dengan kandidat calon presidium yang dipilih. Permintaan order untuk musyawarah pengerucutan juga sempat terjadi dan kesepakatan diperoleh untuk melakukannya dengan waktu 1× 10 menit. Para calon keluar ruangan.

Hal lain kemudian terjadi ketika presidium sementara 3 belum kembali ke ruangan pada pukul 22.36 WIB, tetapi tak lama kemudian presidium sementara 3 memasuki ruangan pada pukul 22.43 WIB. Sidang dilanjutkan dan masih berjalan alot menentukan siapa presidium yang ingin disepakati. Presidium 2 dan 3 diperkirakan menjadi pemilihan perdebatan yang paling sengit. Masing-masing peserta memiliki pendapatnya masing-masing soal siapa presidium yang menurut mereka ideal. Perdebatan ini bahkan berlangsung hingga pukul 23.51 WIB yang telah disepakati presidium 2 dan 3. Sidang pleno 2 diputuskan untuk ditutup pada saat yang sama dengan hasil yang sudah disepakati. 

Sebagian peserta saat itu memutuskan untuk melanjutkan sidang pleno ketiga dengan kegiatan untuk musyawarah pemilihan ketua dan wakil ketua BEM UNAIR 2024. Sidang dibuka pukul 00.03 WIB. Beberapa peserta sidang ada yang meminta untuk dilanjutkan sidang hingga Senin (11 /3) pukul 15.00 WIB karena beberapa alasan. Namun, peserta sidang lain tetap ingin melanjutkan dengan alasan semua peserta saat itu masih sanggup melanjutkan. Perdebatan masih berlanjut hingga diadakan lobby. Lobby dilakukan dan masih belum menemukan hasil. Akhirnya, presidium 1 mengusulkan voting. Voting dilakukan dengan suara terbanyak untuk tetap melanjutkan sidang.

Di tengah peralihan shift liputan oleh LPM Mercusuar, salah satu Tim Liputan Khusus melihat ada kotak merah berisi tasbih pada pukul 22.52 WIB. Cukup mengejutkan karena barang yang dititipkan mayoritas berupa makanan dan obat-obatan. Lalu, salah satu Tim Liputan Khusus tersebut menanyakan secara langsung pada petugas keamanan, namun beliau tidak mengetahui nama siapa pengirimnya untuk apa dan siapa pemiliknya.

Pada pukul 01.16 WIB, (11/3), paket tersebut diambil oleh dua orang anggota MPM. Hingga kini, masih dipertanyakan kehadiran barang tersebut karena memang dari mulai kedatangan serta flow pengambilan barang dilakukan secara tiba-tiba. Informasi mengenai kedatangan dan pengambilan kotak merah didapatkan dari CCTV Student Center atas persetujuan dari pihak keamanan. Hingga saat ini adanya benda tersebut di dalam ruangan belum jelas untuk apa. 

Sidang diketahui masih berjalan dengan pengajuan indikator. Indikator yang diajukan juga melalui banyak pertimbangan. Mulai dari hasil uji publik, hasil tes pengetahuan, proker dan visi misi, safari kampus, fit and proper test hingga debat terbuka. Selain itu, ada perolehan jaring aspirasi yang juga digunakan sebagai penilaian. Hasil jaring aspirasi dari seluruh fakultas dibacakan untuk digunakan sebagai penilaian indikator calon terpilih nanti. 

Pukul 05.29 WIB dilanjutkan dengan sidang pleno  4 musyawarah perhitungan hasil dan penentuan Ketua dan Wakil Ketua BEM UNAIR 2024. Usulan sempat diutarakan peserta mengenai voting terbuka. Beberapa masih sengit antara setuju dan tidak setuju yang kemudian disepakati setuju oleh sebab sebagai bentuk transparansi dalam proses pemilihan ini. Disepakati voting terbuka pukul 05.35 WIB.

Hasil voting terbuka akhirnya selesai dengan menghasilkan paslon nomor nomor urut 01 dengan 10 suara dan paslon nomor 02 memenangkan perolehan  sebanyak 30 suara. Pasangan Aulia Atta dan Ricky Rivaldi dinyatakan terpilih sebagai Ketua dan Wakil Ketua baru BEM UNAIR periode 2024.

Penulis: Tim Liputan LPM Mercusuar

Editor: Tim Editor LPM Mercusuar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *