Kiprah Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Surabaya selama 25 tahun ditandai dengan rentetan perayaan pada bulan September di 2023 ini. Mulai dari mengadakan Nobar Liputan sampai sesi cerita atau diskusi, AJI Surabaya memastikan bahwa perayaan tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. 

Di antara sesi diskusi yang diadakan oleh AJI Surabaya adalah yang bertema “Menjadi Jurnalis Freelance” pada Jumat, 15 September 2023. Hadir pula dalam diskusi tersebut sejumlah pemateri sarat pengalaman seperti Idealita Ismanto (freelance photographer) serta Muni Moon (Sinar Harapan & freelance photographer). 

Adapun yang menjadi moderator adalah Fully Syafi (mantan fotografer Tempo dan European Pressphoto Agency). Diskusi berjalan seru dengan para pemateri membagikan tips untuk menjadi jurnalis freelance. Menurut Dea (sapaan akrab Idealita), jurnalis freelance harus memperkaya portofolio. Berbeda dengan Dea, Muni menambahkan yang harus dilakukan bagi jurnalis freelance adalah dengan memperluas jejaring. 

Tidak hanya itu, Syafi juga berpendapat bahwa jurnalis freelance perlu membina hubungan baik dengan editor media tempat ia mengirimkan karyanya. Hal ini pun dikonfirmasi juga oleh Dea dan Muni. “Jangan berpikir setelah proyek selesai, lalu tidak ada hubungan lagi dengan editor”, ujar Syafi. 

Perihal budgeting, Muni menuturkan jika hal tersebut tergantung sesuai dengan kebutuhan media. “Jadi kembali lagi kepada kebutuhan”. Adapun menurut Dhea, ada beberapa negosiasi yang bisa dilakukan sebagai jurnalis freelance. “Namun tetap harus masuk akal”, kata Dea. 

Yang menarik dari profesi jurnalis freelance menurut Syafi adalah bahwa mereka menjadi manajer untuk diri sendiri. “semua kita yang mikirin, semua kita yang ngatur” terangnya. Bahkan seringkali, kenangnya, jurnalis freelance harus bekerja dengan seseorang yang sama sekali tidak ia kenal. 

Usai diskusi “Menjadi Jurnalis Freelance” pada 15 September lalu, AJI Surabaya juga mengadakan diskusi lain yang bertema “Ber-AJI Dulu, Sekarang, dan Masa Datang”. Kemudian pada 21 September lalu, AJI juga menggelar diskusi bertajuk “Etik dan Profesionalisme Jurnalis”. 

Tidak berakhir disitu, rentetan masih berlanjut pada 22 sampai 24 September dengan agenda Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) Anggota AJI Surabaya. Puncaknya, perayaan HUT ke-25 AJI Surabaya akan diakhiri pada 30 September 2023 dengan diskusi “Membedah Raperpres Tanggung Jawab Platform Pada Jurnalisme Berkualitas” yang dilanjutkan dengan Penghargaan Mitra AJI Surabaya dan Karya Persma Surabaya serta Syukuran dan Silaturahmi Anggota AJI Surabaya. 

Penulis: Danar Trivasya Fikri

Editor: Ghina Salsabila

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *