Agus Harimurti Yudhoyono yang kerap disapa AHY, baru saja menjalani sidang proposal disertasi pada 8 Maret lalu. Pria yang menjabat sebagai Ketua Umum Partai Demokrat itu mengambil program doktoral Pengembangan Sumber Daya Manusia. Alasan AHY memilih program tersebut seperti yang disampaikan pada tim liputan6.com, “Saya yakin sebagai ketua umum partai politik (saya) berkepentingan (untuk) menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berintegritas”, terangnya saat diwawancarai pada Rabu (08/03/2023).
AHY juga berharap pilihannya melanjutkan studi doktoral itu dapat memberi manfaat bagi masyarakat luas, utamanya bagi almamater Universitas Airlangga.
Mulai menjalankan program doktor pada 2021 dinilai sebagai waktu yang tepat oleh AHY. Durasi studi doktoral pada umumnya ditempuh dalam kurun waktu 3 tahun. Artinya, akhir masa studi diperkirakan selesai pada 2024 yang mana menjadi tahun perhelatan politik di Indonesia. Lantas, sebuah teka-teki muncul menyebut AHY digadang-gadang sebagai sosok “RI dua”. Apa yang dimaksud dengan teka-teki itu?
“Pemanasan” telah dilakukan hampir seluruh partai politik (parpol) di Indonesia menjelang pemilu akbar 2024 mendatang. Beberapa partai mulai membentuk koalisi, menunjuk bakal calon presiden, hingga menyatakan dukungan pada tokoh-tokoh yang dianggap sebagai king maker. Satu hal yang hingga kini masih menjadi PR bagi parpol (baik yang independen maupun koalisi) adalah keputusan mengenai siapa wakil dari 3 nama yang digadang-gadang sebagai pemimpin Indonesia berikutnya: Ganjar, Anies, dan Prabowo.
Berbagai usaha lobbying terhadap AHY telah digencarkan oleh beberapa elit politik. Salah satu yang ditolak oleh putra SBY itu adalah tawaran dari ketua umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar. “Agenda saya memengaruhi partai–partai, termasuk Mas AHY. Tapi setelah ketemu, ternyata imannya kuat”, terangnya seperti dikutip dari laman instagram @pinterpolitik. Di lain sisi, AHY yang telah kalah dari Anies dalam kontestasi pemilihan gubernur DKI tahun 2017 kini justru terlihat ‘mesra’ dengan sosok yang mengalahkannya itu. AHY juga menyatakan dirinya siap menjadi calon wakil Anies. Hal itu diungkapkannya usai bertemu dengan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, di Wisma Nusantara pada Rabu, 26 Oktober 2022.
Duet Anies-AHY juga diperkuat oleh pernyataan dari Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra. “Kalau melihat kriteria yang disampaikan Mas Anies, Mas AHY itu masuk di semua kriteria. Apalagi, kalau kita cermati, di berbagai survei terakhir, Mas AHY tiga besar terus elektabilitasnya sebagai cawapres. Kalau capres tiga besarnya selalu ada Mas Anies, di cawapres selalu ada Mas AHY,” ungkapnya dikutip dari CNNIndonesia.com, Kamis (4/5/2023).
Sayangnya, meski banyak hal menguatkan AHY untuk berpasangan dengan Anies, tak menutup kemungkinan Anies memilih tokoh lain sebagai calon wakilnya di ajang pemilihan presiden 2024 nanti, sehingga soal pencalonan AHY sebagai “RI dua” masih menjadi teka-teki.
Penulis: Elang Raafid Widiatmiko
Editor: Arizqa Novi Ramadhani