Dikutip dari laman merdeka.com, survey yang ditunjukkan oleh PolMark Research Center (PRC) baru-baru ini menegaskan bahwasannya Ganjar masih di posisi tertinggi dalam hal elektabilitas dibandingkan dengan capres-capres lainnya dengan hasil survey 22,8 persen. Survei ini dihelat pada kurun waktu 26 Oktober sampai dengan 3 November 2022 dan 23 Januari sampai dengan 19 Maret 2023. Dibatalkannya Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U – 20 dan adanya peran Ganjar di sana dinilai sebagai blunder besar Sang Gubernur yang tentu saja merugikan Timnas U – 20 pun dirinya sendiri. Akankah hal ini menjadi awal dari kegagalan ambisi Ganjar menjadi presiden pada Pemilu 2024 nanti?
Data di atas adalah data elektabilitas Ganjar sebelum dua politikus PDIP, Wayan Koster dan dirinya sendiri yang dinilai menjadi dalang utama penyebab dihapusnya Indonesia sebagai tuan rumah piala dunia U-20 2023 oleh FIFA, pada Rabu (29/03) malam. Tsunami hujatan atas kemarahan netizen akibat hal tersebut menghantam kolom komentar akun instagram kedua gubernur tersebut. Selain amukan dari netizen, terlihat juga kapten timnas U – 20, Hokky Caraka juga turut serta berkomentar, “Makasih banyak pak. Kami tahu nasib bapak sudah terjamin, masa depan bapak juga sudah bagus. Sedangkan kami pak, kami baru mau merintis karir menjadi lebih baik. Tapi batu lompatan kita sudah dihancurkan oleh bapak.”
Komentar pemuda kelahiran 2004 tersebut rasanya tidak dilebih – lebihkan karena Indonesia bukan hanya dicoret dari daftar tuan rumah ajang pesta sepak bola terbesar dunia tersebut, namun juga gagal tampil sebagai kesebelasan dan menunjukkan potensi Garuda Muda Indonesia tersebut.
Dikutip dari gtvindonesia_news pada Kamis (30/3/2023), dari hujatan – hujatan yang dilayangkan netizen kepada Ganjar, Pengamat Politik, Jerry Massie mengatakan bahwa, “Saya kira Ganjar blunder terbesar dia akan ditolak oleh fans bola mania. Salah satunya, suporter PSIS Semarang dan klub Persis Solo. Belum lagi banyak yang menyatakan menolak Gajar presiden yakni para netizen, bahkan pendukung dia sendiri.”
Malangnya nasib Timnas Indonesia lagi-lagi disebabkan oleh sikap para politikus Indonesia. Sikap politik Ganjar juga diprediksi akan bertransformasi menjadi boomerang yang siap menghantam menara elektabilitasnya sendiri yang sudah menjulang tinggi bak jam gadang di Bukittinggi. Lantas apa langkah selanjutnya–jika memang kehancuran itu benar terjadi–yang akan diambil Ganjar demi membangun lagi puing-puing elektabilitas yang sudah berhambur dan akankah Ganjar mengambil langkah untuk memajukan dunia persepakbolaan Indonesia sebagai bentuk permohonan maaf terhadap hati para pecinta sepak bola Indonesia yang cedera?
Penulis : Elang Raafid Widiatmiko
Editor : Sri Dwi Aprilia
