Huru-hara Galatama Cup 2022 ramai diperbincangkan di kalangan mahasiswa Universitas Airlangga karena hadiah yang tak kunjung sampai ke tangan para pemenang. Ajang perlombaan antar fakultas ini biasa dikenal dengan nama “Rektor Cup”, dan tahun ini berada dalam naungan Kementerian Seni dan Olahraga BEM Universitas Airlangga yang pada tahun-tahun sebelumnya digarap oleh Forum Komunikasi UKM (FORKOM). “Rektor Cup” yang berubah nama menjadi “Galatama Cup” pada mulanya diselenggarakan pada 22 Oktober hingga 13 November 2022 dengan cabang lomba futsal, badminton, voli, basket, dan e-sport serta unjuk bakat atau “Airlangga Got Talent”. Namun, linimasa yang direncanakan tersebut mengalami kemunduran selama kurang lebih dua minggu.

Melalui wawancara dengan salah satu pemenang cabang lomba futsal Galatama Cup 2022, Muhammad Husaini, mengungkapkan bahwa persiapan ajang perlombaan tersebut kurang matang.

“Menurutku pelaksanaan Galatama Cup 2022 atau ex Rektor Cup kemarin masih kurang matang. Banyak miskom antara peserta dan panitia, mulai dari jadwal pertandingan yang berubah mendadak, terus venue yang berpindah-pindah, dan keterlambatan beberapa perizinan yang harusnya udah rampung jauh sebelum pelakasanaan turnamen”, ungkap Husain.

Husain juga menerangkan jika uang hadiah yg dijanjikan oleh panitia belum cair hingga saat ini dan menyayangkan jadwal pertandingan yang mengalami kemunduran.

“Terus jadwal itu awalnya diundur karena masalah perizinan, katanya izin keramaian belum rampung terus diundur karena nggak dapat venue dengan alasan yg ga logis apalagi voli. masa nggak punya uang buat nyewa lapangan di luar, akhirnya pake lapangan outdoor di Kampus C Unair. Ya intinya sih karena gada uang buat nyewa venue aja, padahal peserta udah pada bayar juga”, terangnya.

Ketua pelaksana Galatama Cup 2022, Amin (Manajemen Pemasaran’21), saat diwawancarai pada (15/1) menjelaskan bahwa sejak awal pembentukan panitia, terjadi bentrok dengan pihak FORKOM sebagai penyelenggara ajang perlombaan tersebut di tahun-tahun sebelumnya.

“Proker Galatama Cup 2022 agak rumit, sebelum pelaksanaan pun sudah ada bentrok sama FORKOM sehingga sulit untuk dapat dana. Permintaan dari peserta itu fasilitas yang memadai, namun ada beberapa peserta belum membayar pendaftaran lomba. Lalu, panitia janji untuk hadiah cair setelah lima belas hari kerja. Nah, untuk alokasi dana hadiah tersebut, kan dari RAB, tapi saat itu belum turun, jadi kita masih nunggu juga waktu itu”, terang Amin.

Amin juga mengungkapkan jika RAB baru saja turun beberapa hari lalu, dan sedang dilakukan proses pendataan untuk penyerahan hadiah para pemenang lomba.

“Kemarin udah diinfoin RAB baru turun beberapa hari yang lalu, dan saat ini kita lagi proses melakukan pendataan terkait beberapa fakultas yang belum memenuhi pembayaran administrasi di awal, baru dana hadiah akan diproses. Nah, untuk target sendiri kami mengusahakan bulan ini. Ini juga saya dan menteri saya sampai ikut kerja untuk bantu ngecover uangnya biar segera cair, mbak”, ungkapnya.

Dalam sesi wawancara dengan ketua pelaksana Galatama Cup 2022, Tim Investigasi  sempat menanyakan tanggapan atas ramainya perbincangan kalangan mahasiswa Universitas Airlangga melalui menfess aikibat dugaan dana Galatama Cup 2022 yang digunakan untuk menutupi program kerja BEM Universitas Airlangga yang boncos.

“Oh kalau soal itu enggak ada sih mbak, tapi saya no komen aja takut salah ngomong”, pungkas Amin.

Penulis: Zahra Putri Pratiwig

Editor: Mutiara RJ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *