/Dukung Indonesia Bebas Obesitas dan Stunting, Asosiasi Mahasiswa Gizi FKM UNAIR Selenggarakan Kegiatan Abdi Masyarakat
Sumber Foto : Istimewa

Dukung Indonesia Bebas Obesitas dan Stunting, Asosiasi Mahasiswa Gizi FKM UNAIR Selenggarakan Kegiatan Abdi Masyarakat

Telah berlangsung kegiatan Gizi Abdi Masyarakat (GAM) yang merupakan salah satu program kerja divisi pengmas BEM FKM Unair dengan tema “Semarakkan Gerakan Indonesia Melawan Obesitas dan Stunting” yang diselenggarakan secara online dan offline.

Kegiatan online berfokus pada permasalahan obesitas yang dilaksanakan pada tanggal 8-17 Oktober 2022 dan kegiatan offline fokus pada permasalahan stunting yang dilaksanakan pada tanggal 15 dan 29 Oktober 2022.
Pelaksanaan kegiatan online berupa kampanye “Cegah Obesitas untuk Hidup yang Lebih Berkualitas” yang melibatkan 143 remaja putra dan putri di Indonesia melalui akun instagram @gam_amaziunair dan akun instagram masing-masing volunteer.

Pelaksanaan kampanye secara online tersebut terdiri dari periode campaign, edulivetagram, lomba poster, dan
lomba video kreatif mengenai obesitas. Kegiatan talkshow edulivetagram diselenggarakan dengan mengundang Mochammad Rizal, S.Gz. sebagai narasumber yang merupakan seorang registered nutritionist dan LPDP awardee. Talkshow tersebut membahas tentang tips dan trik diet yang baik dan benar yang ditonton oleh 90 lebih penonton. Selain itu, pelaksanaan kedua lomba juga diikuti oleh 88 orang peserta di lomba poster dan 19 orang di lomba video serta terdapat tiga juara di masing-masing lomba.

Selain kegiatan online, terdapat kegiatan offline yang membahas mengenai permasalahan stunting dengan subtema “Ciptakan Generasi Emas melalui Gerakan Anti Stunting”. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari di Balai RW 05, Kelurahan Kapasari, Kota Surabaya, dengan sasaran peserta sebanyak 59 orang yang terdiri dari para ibu Kader Surabaya Hebat (KSH), ibu baduta, dan orang tua yang memiliki balita stunting di Kelurahan Kapasari. Selain itu, pelaksanaan kegiatan ini juga mengundang para tamu undangan dari Kelurahan Kapasari seperti Bapak Lurah, Ketua TP PKK, Ketua LPMK, Ketua IPSM, Kasi Kesra, Ahli Gizi Puskesmas Paneleh, dan Ketua RW setempat serta para dosen Departemen Gizi FKM UNAIR.

Hari pertama kegiatan GAM 2022 berlangsung dengan agenda yang terdiri dari penyuluhan materi mengenai stunting, emodemo, dan kuis sebagai tolak ukur tingkat pemahaman peserta setelah diberikan materi. Penyuluhan materi mengenai stunting tersebut disampaikan oleh Azizah Ajeng Pratiwi, S.Gz., M.Gizi yang merupakan salah satu dosen Departemen Gizi FKM UNAIR.

Adapun pada pelaksanaan hari kedua kegiatan GAM 2022 juga tidak kalah menarik dari pelaksanaan hari pertama karena susunan kegiatannya yang menyenangkan mulai dari senam pagi untuk para ibu kader KSH dan tamu undangan, games, demo masak, lomba masak, dan pembagian sembako kepada seluruh peserta. Demo masak dipandu oleh chef Riadhuss Sholihah, S.Pd., M.Pd., yang merupakan owner Mecca Catering dengan menu semur ayam
kanton dan cah sayur campur. Setelah didemokan, peserta melakukan lomba masak secara estafet dengan anggota kelompoknya untuk memasak menu yang sama dengan sistem duplicate dish. Setelah demo dan lomba masak selesai, semua peserta diberi sembako yang berisi beras kemasan 1kg, gula 1kg, sarden, kecap manis, susu UHT dan masker.

Berlangsungnya kegiatan offline ini secara keseluruhan mendapat respon positif dari warga Kelurahan Kapasari, khususnya pihak kelurahan dan para peserta. Ibu Kader Surabaya Hebat (KSH), ibu baduta, dan orang tua yang memiliki balita stunting turut aktif dalam meramaikan serangkaian kegiatan baik di hari pertama, maupun hari kedua. Salah satu contohnya pada saat pelaksanaan demo masak dan lomba masak, banyak peserta yang mengatakan bahwa kegiatannya sangat menyenangkan karena dapat mempraktikkan masakan rumahan secara langsung namun tetap pada pedoman gizi seimbang.

“Harapannya diadakan lagi, minimal 3 bulan sekali. Karena kegiatan ini sangat bermanfaat sekali, apalagi di dalam programnya terdapat pemaparan modul materi mengenai stunting untuk berbagai kelompok usia dari remaja, masa kehamilan, masa menyusui bayi usia 0-6 bulan, dan bayi usia 6-24 bulan.” ungkap Ibu Lina, salah satu peserta kegiatan.

Penulis : Primanda Andi Akbar

Editor : Primanda Andi Akbar