/Masyarakat Desa dalam Novel Aib dan Nasib Karya Minanto
Sumber Foto : Iratri Puspita

Masyarakat Desa dalam Novel Aib dan Nasib Karya Minanto

Judul buku : Aib dan Nasib

Pengarang : Minanto

 Kategori : Novel

Bidang ilmu : Sastra Indonesia

ISBN : 978-602-0788-00-5

Ukuran : 20×14 cm

Halaman : 263 halaman

Tahun terbit : 2020

Novel Aib dan Nasib merupakan salah satu karya pengarang Minanto yang berhasil memenangkan juara 1 sayembara menulis novel 2019 oleh Dewan Kesenian Jakarta (DKJ). Buku yang menggambarkan kehidupan masyarakat desa dengan segala permasalahan hidup dari setiap tokoh menjadikan novel itu menarik untuk dibaca. Penyajian cerita sebanyak lima bab dengan setiap babnya memiliki empat potongan cerita dari empat tokoh utama. Keempat tokoh tersebut mempunyai permasalahan hidup masing-masing namun memiliki benang merah yang saling berkaitan.

Penggambaran kehidupan masyarakat desa yang penuh dengan konflik baik internal maupun eksternal berhasil mengubah pandangan orang mengenai desa. Pada umumnya seseorang menggambarkan desa sebagai tempat nyaman, damai, harmonis, asri, ramah, menyukai gotong royong, dan saling toleransi namun hal itu berbanding terbalik dengan alur cerita dalam novel.

Aib dan Nasib yang menjadi nama judul buku terlihat sebagai salah satu gambaran masyarakat desa yang bergantung pada takdir. Kehidupan masyarakatnya yang masih terbelakang menimbulkan kemiskinan, kebodohan, dan kesejahteraan. 

Buku setebal 263 halaman ini sangat direkomendasikan untuk dibaca. Penggunaan bahasa yang mudah dipahami menjadikan buku itu dapat dibaca oleh berbagai kalangan termasuk pembaca pemula. Pembaca nantinya akan diajak mengikuti alur cerita maju-mundur yang mungkin akan sedikit membingungkan. Selain itu, di dalam buku ini juga terdapat tokoh-tokoh pemeran pendamping yang akan menemani empat tokoh utama.

Novel Aib dan Nasib menjadi karya yang berusaha mengkritik kehidupan masyarakat desa yang masih tertinggal dan sering sekali diabaikan. Keadaan masyarakat desa yang dirundung kemiskinan dan kebodohan menjadikan masyarakat desa tidak bisa hidup secara sejahtera.

Penulis : Iratri Puspita

Editor : Primanda Andi Akbar