Dokumentasi Webinar Jurnalisme Data SUMA UI x Kompas.id. Dok. Pribadi
Suara Mahasiswa (SUMA) Universitas Indonesia (UI) selenggarakan webinar mengenai jurnalisme data pada Sabtu (15/1/2022) melalui Zoom Meeting. Bersama Kompas.id, SUMA UI Webinar Jurnalisme Data “Jurnalisme Data sebagai Referensi Pembelajaran” mengundang Haryo Damono, Wakil Redaktur Pelaksana Harian Kompas dan Robertus Mahatma Atmo Litbang Harian Kompas
Webinar yang diselenggarakan pada pukul 13.30 WIB ini dibuka dengan presentasi dari Haryo, sapaan akrab dari Haryo Damardono mengenai langkah-langkah awal menjadi jurnalis.
“Langkah awal untuk menjadi jurnalis adalah melangkah. Melangkahkan kaki, melangkahkan jari, bahkan melangkahkan apapun. Bagaimana mau menjadi jurnalis kalau mager keluar kamar,” Ungkap mas Haryo dengan sedikit bergurau.
Ia melanjutkan, seorang jurnalis juga harus memiliki sikap skeptis sehingga ketika berhadapan dengan narasumber yang mengelak atau memutar balikkan fakta, jurnalis dapat mempertanyakan kembali hal tersebut.
Haryo juga mengutip pernyataan dari Joseph Schumpeter yang mengatakan bahwa penghancuran terjadi ketika suatu inovasi menggantikan teknologi yang lebih tua atau suatu produk/jasa yang sudah ada.
“Era banjir informasi saat ini membuat fake news meningkat pesat sehingga tantangan wartawan selain meliput berita tetapi juga memberantas kehadiran fake news,” paparnya.
Selanjutnya, estafet materi dilanjutkan Robertus Mahatma Atmo untuk memaparkan korelasi antara jurnalisme dengan penggunaan data-data.
Atmo, sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa tujuan dari jurnalisme data adalah mempermudah pembaca dalam menangkap berita, menekan laju berita palsu, dan menghindari kekeliruan penyampaian berita.
Ia juga menjelaskan tentang langkah-langkah jurnalis dalam mendapatkan data. Pertama, mencari dan menemukan, lalu membersihkan dan menata dengan rapi data yang sudah didapat.
Setelah dibersihkan dan dirapikan, langkah selanjutnya adalah menganalisis data dengan cermat. Langkah terakhir dari mendapatkan data adalah dengan mempresentasikan dan memvisualisasikan data-data tersebut.
Tak hanya memaparkan tentang pentingnya data di dalam jurnalisme, ia juga mewanti-wanti bahwa fake news juga dapat ditekan dengan jurnalisme data.
“Disiplin verifikasi adalah hal yang membedakan media massa dengan media sosial, karena tanggung jawab dari media massa adalah milik perusahaan sedangkan tanggung jawab dari media sosial adalah milik individu,” pungkas Atmo.
Rangkaian kegiatan Webinar Jurnalisme Data diakhiri pada pukul 15.00 WIB dengan sesi tanya jawab dan foto bersama. Moderator menutup dengan melalui kegiatan ini jurnalis diharapkan dapat memahami pentingnya penggunaan data dan bahaya fake news yang semakin marak belakangan ini.
Penulis : M. Syaifulloh
Editor : Tata Ferliana
