Social project di Panti Asuhan Yatim Indonesia, Jakarta. (Gambar: Dokumentasi pribadi pelaksana Event Angkatan FKM 2020)

Mahasiswa baru Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unair mengadakan Event Angkatan yang berlangsung pada 21 dan 27 November 2020. Diketahui, acara tersebut rutin dilaksanakan setiap tahun oleh mahasiswa baru FKM. Kegiatan ini memiliki dua agenda besar yaitu social project dan kreasi mahasiswa yang bertajuk Unite with Art.

Social project sukses diselenggarakan pada Sabtu (21/11) dengan menuju lima panti dari lima kota yang berbeda. Di antaranya, Panti Asuhan Tahfidzul Quran Siti Winafiah (Surabaya), Panti Asuhan Suara Hati (Sidoarjo), Panti Asuhan Yatim Indonesia (Jakarta), Panti Asuhan Yatim Piatu Nairul Umroh (Bekasi) dan Panti Asuhan Mizan Amanah (Bandung).

Ketua Panitia Event Angkatan Baskara 2020, Rafael Maranatha Gultom mengungkap alasan khusus memilih panti asuhan sebagai sasaran social project. Menurutnya antusiasme penghuni panti asuhan cukup tinggi kendati acara yang diselenggarakan hanya selama satu jam.

“Dalam kunjungan ke setiap panti asuhan, terdapat 10 hingga 11 perwakilan panitia yang melakukan pembagian sembako seperti minyak goreng, gula, kecap, teh, sarden, dan biskuit kepada warga panti secara langsung,” tutur Rafael.

Social project di Panti Asuhan Tahfidzul Quran Siti Winafiah. Surabaya. (Gambar: Dokumentasi pribadi pelaksana Event Angkatan FKM 2020)


“Kami juga melakukan sosialisasi mengenai pencegahan Covid-19, tindakan apa saja yang dapat dilakukan jika terpapar Covid-19, dan bagaimana cara kita menjaga kesehatan di tengah pandemi yang dikemas dalam games dan nyanyian seru sehingga anak-anak lebih tertarik,” lanjutnya melalui sambungan telepon, Kamis (26/11).

Selain berkunjung ke 5 panti, kurang lebih sekitar 395 mahasiswa melakukan charity mandiri (pemberiam sumbangan). Kegiatan dilakukan dengan membagikan masker 3 lapis dan sabun cair kepada masyarakat umum, terutama para pekerja yang bekerja di luar ruangan.

Cerita menarik selama berlangsungnya charity mandiri diceritakan Ainun Fajriani, salah seorang mahasiswi FKM 2020.

“Saya kemarin memberi untuk salah satu pegawai toko di pasar. Kebetulan saya kenal dengan orangnya, ibu itu memang sering tidak memakai masker. Jadi saya berpikir untuk memberi masker,” Tuturnya melalui sambungan telepon, Kamis (26/11).

“Kebetulan banyak banget orang tidak percaya sama Covid. Tidak mengerti dampak serta penyebarannya seperti apa. Maka dari itu, saya juga melakukan penyuluhan. Awalnya ibu itu agak kaget waktu mendengar cerita saya, namun lama-kelamaan jadi jauh lebih paham dan mengerti,” imbuhnya.

Ainun juga mengungkap kebanggannya dapat melakukan promosi kesehatan melalui kegiatan charity mandiri.

“Saya merasa bangga sama diri sendiri karena dapat mengingatkan dan berguna bagi orang lain. Saya juga lebih memahami, oh ternyata ga semua orang itu sudah paham keberadaan Covid. Pengalaman ini menjadikan saya anak Kesmas sungguhan karena sudah bisa melakukan promosi kesehatan,” pungkas Ainun.

Dalam social project itu, Rafael mengaku ia dan tim tidak mengalami kendala. Hal itu disebutnya lantaran selama kegiatan, ia menunjuk penanggungjawab untuk menjadi koordinator di setiap panti yang dituju.

Adapun terkait pemantauan keaktifan peserta kegiatan, setiap mahasiswa diwajibkan mengunggah foto selama proses charity mandiri dengan menggunakan twibbon melalui masing-masing akun instagram.

Sebagai pengujung, Event Angkatan yang merupakan program kerja di bawah naungan Departemen Kesejahteraan Mahasiswa BEM FKM Unair itu menggelar webinar dan malam puncak pada Jumat (27/11).

Dalam webinar, diangkat isu terkait prospek kerja FKM dalam era 5.0, sedangkan malam puncak mengusung Virtual Hola Festival dengan konsep seni tradisional. Tidak hanya itu, beberapa penampilan dari mahasiswa FKM dan guest star menjadi pelengkap untuk memeriahkan acara itu.

“Kami yakin apa yang kami punya dapat dibagikan kepada masyarakat sekitar. Feedback yang kita dapatkan secara individu yaitu dapat meningkatkan sisi kemanusiaan, karena terkadang orang-orang memandang sebelah mata terhadap mereka yang membutuhkan,” pungkas Rafael.


Penulis: Tina Sekar Sari
Editor: Risma D. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *