Sidang Panitia Pemilihan Ketua (PPK) BEM Unair 2020 yang berlangsung Maret silam di Aula Student Center. (Dokumen pribadi LPM Mercusuar)
Reporter: Dewi Manjasari
Editor: Annisa Fitriani
Sidang Panitia Pemilihan Ketua (PPK) BEM UNAIR 2020 kembali ditunda akibat pandemi yang tak kunjung usai. Memasuki awal Juni, Dewi Mileniah, Ketua Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) mengatakan bahwa kelanjutan sidang PPK tak dapat dipastikan karena harus menunggu arahan Direktorat Kemahasiswaan (Dirmawa) serta keadaan di bulan Juli mendatang.
“Sesuai arahan Dirmawa, tetap masih menunggu perkembangan bulan Juli,” ujar Dewi ketika di wawancarai tim Mercusuar melalui Whatsapp pada Selasa (02/6).
Melihat kondisi kurva pandemi Covid-19 yang semakin tinggi di Jawa Timur khususnya Surabaya, Dewi merasa pelaksanaan kelanjutan sidang tidak perlu dilakukan terburu-buru. Keadaan dan keselamatan peserta sidang disebutnya lebih penting.
“Tidak dapat memaksakan kehendak dalam keadaan pandemi seperti ini, kesehatan teman-teman tetap yang utama dan saya rasa juga tidak perlu terburu-buru seiring tetap menaati perkembangan dan perintah yang lebih lanjut dari Dirmawa”, lanjutnya.
Majelis Perwakilan Mahasiswa tidak dapat memaksakan kehendaknya untuk tetap melangsungkan sidang tanpa memperhatikan arahan Dirmawa ditengah pandemi lantaran dikhawatirkan akan menciderai demokrasi yang ada di kampus.
“Karena takut akan menciderai demokrasi jika dipaksakan dalam kondisi wabah pandemi seperti ini”, sambung Dewi.
Sebelumnya, sidang sempat terlaksana pada Maret lalu, untuk pemilihan Ketua PPK Unair 2020 dengan Eka Nisda’ul sebagai kandidat terpilih. Disepakati pula Bendahara MPM sebagai Bendahara PPK. Untuk susunan jajaran PPK lainnya, timeline awal dari Dirmawa seharusnya sebelum Ramadhan sudah terbentuk dan dilantik.
Namun sejak pandemi dan kampus mengalami sterilisasi pada pertengahan Maret, agenda sidang PPK tertunda. Penundaan sidang PPK ini akan berpengaruh kepada masa jabatan BEM UNAIR 2019 juga pergantian kepengurusan yang seharusnya.
Dewi melalui wawancara dengan tim Mercusuar menjawab bahwa masa jabatan BEM UNAIR 2019 adalah keputusan penuh dari Dirmawa karena tidak boleh ada kekosongan kepemimpinan.
“Menjawab keberlanjutan BEM UNAIR 2019 itu keputusan penuh dari Dirmawa, sebab Unair tidak boleh ada kekosongan meskipun yang ada sekarang hanya Ketua dan Wakil Ketua”, jelasnya.
Terkait ada tidaknya rapat internal secara online oleh MPM guna membahas rencana keberlanjutan sidang kedepannya, Dewi tidak memberikan tanggapan lebih lanjut.