sumber : Weheartit

Penulis : Hanifah Puspita

Otak dan nafsumu kadang tak bisa bersatu
Mereka terpisah sejauh batin melangkah
Bodoh, kataku
Siasat manusia zaman sekarang
Terlena dalam ironi kesakitan

Aku berjalan menyusuri setapak penuh ilalang
Terpikat akan pancaran sinar jingga kehijauan
Melangkah tak terarah menuju kemasyhuran
Bodoh, kataku
Kamu memang takkan pernah sadar
Sampai nanti Tuhan yang menamparmu dengan kedua tangannya sendiri

Tangis, itulah yang kau dapat
Penderitaan, itulah yang raih
Kau terlalu jatuh dalam belenggu kekosongan
Lubang hitam besar tak bertepi

Tak segan-segan ku mengatakannya padamu
Bodoh, kataku
Bukankah kita sama hinanya di mata Tuhan?
Kamu bukan penghakiman, begitu juga dengan ku
Tak apa, Tuhan Maha Pengampun, kamu masih memiliki banyak kesempataan
Tapi sayangnya otakmu sempit
Sesempit lubang hidungmu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *