Sidang MPR (sumber: tirto.id/Andrey Gromico)

Penulis: M. Faisal Javier Anwar
Editor: M. Faisal Javier Anwar

Ketua MPM Unair 2019 Alif Satria Nosafandra menyampaikan bahwa sidang pemilihan Ketua-Wakil Ketua BEM Unair 2019 yang rencananya akan diadakan pada tanggal 22-24 Maret 2019 akan dilangsungkan tertutup. Jawaban tersebut didapat saat LPM Mercusuar hubungi melalui media sosial Line pada Senin (18/3) malam.

“Sidang tertutup, Mas. Bukannya tidak memperbolehkan pers masuk, tapi nanti ada hasil yang akan kami sampaikan ke LPM,” jawab mahasiswa FST angkatan 2016 tersebut.

Namun ketika LPM Mercusuar mengutarakan alasan pentingnya pers meliput proses sidang agar mahasiswa biasa dapat mengetahui berjalannya proses sidang secara langsung sekaligus mengawal kesepakatan hasil jaring aspirasi, Alif tidak merespons.

Mantan PU LPM Mercusuar Menyayangkan

Proses sidang yang berjalan tertutup pun disayangkan Ahmad Fahmi Kurniawan selaku mantan Pemimpin Umum LPM Mercusuar 2018. Fahmi yang menjelang akhir kepemimpinannya mendorong tim Redaksi LPM Mercusuar lebih aktif mengawal Pemilihan Ketua-Wakil Ketua BEM Unair 2019, menganggap bahwa seharusnya Pemilihan Ketua-Wakil Ketua BEM Unair 2019 menjadi ajang keterbukaan yang dapat menarik antusias mahasiswa biasa.

“Selama ini setahu saya kan sidang pemilihan Ketua-Wakil Ketua BEM Unair sering dilangsungkan secara tertutup. Akibatnya kan mahasiswa pun jadi tidak terlalu antusias dengan siapapun calon yang terpilih, karena mereka tidak tahu-menahu dengan proses yang membentuknya,” ujar mahasiswa Fakultas Vokasi angkatan 2016 yang baru saja mengakhiri kepemimpinannya melalui proses Musyawarah Anggota LPM Mercusuar pada Sabtu (16/3) lalu.

“Sidang yang berjalan terbuka dan diketahui publik setidaknya dapat mengobati kekecewaan mahasiswa biasa yang kurang dapat dilibatkan dalam proses pemilihan Ketua-Wakil Ketua BEM selama ini. Ketika kemudian dijalankan secara tertutup, maka bukan tidak mungkin mahasiswa jadi malas buat kepo, dan semakin menegaskan bahwa proses ini hanya dinikmati golongan-golongan tertentu yang terlibat di dalamnya,” lanjutnya.

“Lagipula, setahu saya ketika dulu pemilihan Presiden Indonesia masih dilangsungkan secara tidak langsung melalui Sidang MPR, media diperbolehkan meliput agar publik tahu. Coba cek di Youtube atau googling aja,” sarannya lebih lanjut.

Ketika LPM Mercusuar mengecek saran Fahmi di Youtube, LPM Mercusuar berhasil menemukan beberapa video bukti Sidang Umum MPR Pemilihan Presiden-Wakil Presiden Indonesia pernah diliput oleh media. Seperti video berjudul “Sidang Umum MPR 1999 (Pemilihan Presiden RI 20 Oktober 1999)” dokumentasi Associated Press dan “Pemilihan Wakil Presiden 21 Oktober 1999 (2)”  dokumentasi Independent Television News. Dua video tersebut diunggah oleh akun Dimas Muhammad Erlangga.

“Kalau yang setingkat nasional saat itu saja bisa diadakan secara terbuka, masa yang baru setingkat mahasiswa kayak MPM Unair ini harus diadakan tertutup. Apa alasannya? Kok sangat elitis sekali,” tutupnya penuh sarkas.

Dalam sejarahnya pun, LPM Mercusuar pernah meliput secara langsung Sidang MPM Pemilihan Ketua-Wakil Ketua BEM Unair pada tahun 2016. Saat itu sidang menghasilkan nama M.Rizky Fadillah-I.M. Hariri sebagai Ketua-Wakil Ketua BEM Unair 2016 terpilih.

“Antusiasme pembaca sangat tinggi saat itu,” tutur Agung Hari Baskoro, mantan Wakil Pemimpin Umum LPM Mercusuar 2016 yang saat itu masuk dan meliput langsung Sidang MPM.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *